Hati-hati terhadap “Pelajaran” di Sekolah !

Sebelum gue cerita lebih banyak, izinkan gue terlebih dahulu minta maaf pada guru di sekolah-sekolah, tempat kuliah. Gue tidak bermaksud menjelekkan apa itu bersekolah. Toh gue sendiri, cantik-cantik gene juga kuliah kok. hehe :p … duh kok gue narsis banget deh? Ya itulah, percaya diri dengan narsis itu beda tipis, …haha 😀

Hmm…gue menganggap setiap hari itu gue sukses terus. Kok bisa?? Gue belajar banyak dulu dari pengalaman berorganisasi, berbisnis juga. Ketika gue menawarkan sebuah konsep dengan orang lain, gue ditolak. Gue anggap ini sukses!!

ehmm..kok bisa? kok ditolak malah dibolang sukses!! ya, ketika gue ditolak, gue anggap sukses. Ya, gue sukses ditolak atau gue ditolak dengan sukses. hehe jadi tetep sukses juga, walau sukses ditolak. Bukannya sukses diterima…haha…inilah paradigma. Hati-hati dengan paradigma. Salah mengambil paradigma bisa berakibat buruk pada hidup. Dan itu celakanya tanpa disadari 🙂

oiya, dulu waktu sekolah kita pernah mendapatkan soal yang bersifat pilihan. Ada yang memilin antara Benar-Salah dan juga pilihan ganda (A,B,C atau D).

Nah, dari pengalaman gue pribadi, ini sifatnya penilaian pribadi loh ya, jadi izinkan gue minta maaf dulu sebelumnya pada para guru, gue tidak ada maksud sama sekali mendiskreditkan sekolah, karena sekolah itu tetap penting (gue juga kan dulunya guru, walau guru les, dan juga gue kan lulusan sekolah juga, malah selalu ranking 3 3 besar waktu sekolah, haha…nostalgia masa lalu). Cuma menurut gue, sistem pertanyaan Benar-Salah atau Pilihan Ganda membuat pengaruh yang lumayan menghambat buat kesuksesan…Ehmm…kok bisa? kenapa bisa seperti itu?OKE…gue coba sharing aja…(ingat, apa yang gue tuliskan ini jangan diterima mentah-mentah, apalagi diterima masak, silahkan digodok dahulu), nanti gue tunggu komentnya.. Jangan asal setuju saja..

Pertanyaan yang jawabannya memilih  antara Benar – Salah tanpa sadar akhirnya membuat seseorang cuma mengenal Benar atau Salah. Ya memang kalau di ilmu pasti, 1 + 1 = 2. Tapi kalau di ilmu gak pasti, dalam banyak kehidupan, 1 + 1 bisa =2, bisa =3 bahkan bisa =11. Soal pilihan Benar-Salah ini juga membuat orang cuma mengenal dua pilihan. Ketika belajar soal dengan pilihan ini, dan itu bertahun-tahun  terjadi, tanpa sadar, otak dan pikiran kita terpola dengan pilihan Benar – Salah.

Coba gue tanya : Mau pilih apa?

Mau Kaya tapi Tidak Bahagia atau Mau Miskin tapi Bahagia?

Coba, pilih apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s