Seize the day

Tulisa ini tak sengaja gue temukan di salah satu halaman dari buku yang gue pinjem. Isinya pas banget dengan keadaan gue yang sedang diburu berbagai macam deadline dan seabrek kegiatan yang susul menyusul. Mungkin ini bisa bermanfaat juga bagi orang-orang yang sedang berada dalam posisi yang sama seperti gue saat ini.

“Coba renungkan sebentar. hidupmu tak ubahnya seperti jam pasir. kau tahu, di bagian atas jam pasir itu terdapat ribuan butir pasir. Satu demi satu butir-butir pasir tersebut bergerak dengan pelan-pelan dan teratur melewati bagian leher yang sempit di tengah. Kau atau saya tidak bisa memaksa memasukkan pasir lebih dari satu butir melewati leher sempit tersebut tanpa merusak jam itu sendiri.

Kau, saya dan siapa pun juga sama halnya seperti jam pasir tersebut. Bila kita bangun di pagi hari, kita dihadapkan pada setumpuk tugas yang harus kita selesaikan pada hari itu. Tugas yang jumlahnya ratusan itu harus kita selesaikan pada hari itu. Tugas yang jumlahnya ratusan itu harus kita selesaikan dengan tenang satu demi satu, bergantian secara teratur dan pelan-pelan seperti halnya butir-butir pasir dalam jam pasir yang satu demi satu melewati bagian leher sempit.

Kita harus berbuat demikian. Kalau tidak, maka berarti kita merusak struktur tubuh atau mental kita”.

[Dale Carnegie, dalam bukunya yang berjudul “PETUNJUK HIDUP TENTRAM DAN BAHAGIA”]

Advertisements

Motivated

Just found a very good advice from someone’s blog:

“You’ll find in your life that sometimes your great ambitions will be momentarily stymied, thwarted, marginalized by those who were perhaps luckier; come from money; had more doors opened; where college was a given, not a student loan; it was something that dad paid for; where an ease and confidence in life was almost a birthright. Where for you, it was a very hard climb. … That happens all the time.
Just because you come from nothing, you must not let that be something that holds you back.”

Memilih Kebebasan

Sekaranglah waktunya untuk…

Memilih Kebebasan

 Terlalu sering kita menciptakan penjara kita sendiri:

Penjara pikiran, atau penjara hati.

Atau kita membiarkan teknologi menciptakan penjara itu untuk kita.

Tapi kita memiliki kunci untuk membukanya.

Yang kita butuhkan hanyalah tekad untuk menggunakannya.

Bukalah hatimu, mencintailah dengan bebas.

Bukalah pikiranmu, hiduplah dengan bebas.

“Rahasia kebahagiaan adalah kebebasan. Rahasia kebebasan adalah keberanian.”

Thucydides (460-404 SM)

Menikmati hari ini

Sekaranglah waktunya untuk …

Menikmati hari ini

Nikmati setiap hari sebaik-baiknya.

Jalani jam demi jam layaknya anak-anak.

Tak ada jaminan berapa jam yang akan kita dapatkan.

Orang-orang yang lebih tua akan memberitahumu bahwa mereka jarang menyesali hal-hal yang mereka lakukan, tapi menyesali hal-hal yang tidak mereka lakukan.

Jangan habiskan hidupmu hanya dengan berencana melakukan sesuatu.

Lakukanlah sekarang juga!

“Dan pada akhirnya, bukan tahun-tahun dalam kehidupanmu yang penting, melainkan kehidupan dalam tahun-tahunmu itu.”

Abraham Lincoln (1809-1865)

Untuk Engkau Yang Sedang Dalam Kesulitan

Selamat malam.

Tadi niatnya online bentar syh cuma buat ngecek blog, eh begitu iseng-iseng ngeklik link sana sini dapet temuan yang bermanfaat. Alhamdulillah mungkin ini cara Allah SWT mengingatkan mahlukNya.

Jadi ceritanya gue ngeklik salah satu blog. Gue tertarik lantaran dia cerita tentang masa-masa penantiannya nyari kerja setelah lulus. Pas gue baca sekilas ada salah satu kalimat yang dia bilang bahwa dia suka baca Surah Al-Insyirah. Saat itu gue rada lupa itu Surah yang awalnya kayak apa ya. Astagfirullah…ketahuan deh udah jarang banget baca Al-Quran. Akhirnya gue googling deh. Dan ternyata yang ini lho….

Kalo ini gue tau bacaannya Cuma lupa nama surahnya. Astagfirullah..maafkan hambaMu ini Ya Rabb.

Surat Al Insyirah
بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلمَ ْنَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ .وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ .اَلَّذِىْ أَنْقَضَ ظَهْرَكَ .وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ .فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِيُسْرًا. اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . فَاِذَا فَرَغْتَ فَا نْصَبْ . وَاِلىَ رَبِّكَ فَارْ غَبْ.

Bismilah Hiroh Man Niroh Him
Alam Nasroh laka sodrok. Wawa zognaa nganka wizrokal lazi ankozo zohrok. Waro faknaa laka zikrok. Fainna ma’al ngusri yusran. Inna ma’al ngusri yusro. Faiza farokta fansob. Wa ila robbika fargob.

 Nah sekarang udah inget kan. Pembahasan gue belum selesai nih. Jadi surah ini mengandung beberapa keutamaan lho. Terutama buat yang lagi menghadapi masa-masa sulit gue rasa bagus banget kalo mau baca surah ini. Dan sepertinya gue juga pengen menjadikan itu sebagai salah satu kebiasaan baik. Amin..semoga bisa konsisten.

Dari temuan yang gue dapet dari berbagai sumber, ada beberapa keutamaan dari Surah Al-Insyirah.  Salah satu contohnya jika Surah Al Insyirah dibaca 33 kali pada air, lalu air tersebut diminumkan sebanyak 2 kali sehari, maka penyakit polip, sinusitis, dan batuk akibat asap rokok akan sembuh. Atau, jika kita membacanya 7 kali setiap kita selesai shalat fardhu maka kita akan dijauhkan dari kesusahan dan dipermudah dalam mendapatkan rejeki; atau pula jika dibaca 40 kali setelah shalat lima waktu selama tujuh hari berturut-turut maka kita akan dilimpahkan kekayaan oleh Allah.

Dibaca terus menerus bagi yang terkena penyakit wasir atau ambeiyen.
Dibaca terus menerus untuk memudahkan wanita melahirkan.
Dibaca terus menerus bagi orang yang terkena penyakit bisul.

Selain itu ada rahasia terdalam dari surat Al Insyirah yaitu :

Yang pertama,

surat ini menerangkan kepada tentang lapang dada. Yang dimaksud dengan lapang dada di sini bukan dalam arti fisik melainkan sebuah ungkapan bagi seseorang yang berjiwa besar. Atau lebih singkatnya dikatakan lapang dada untuk menerima kebenaran-kebenaran yang diberikan Allah seperti yang telah diterangkan di ayat pertama Surat Al Insyirah.

Yang kedua,

adalah tentang hilangnya beban. Artinya, setelah kita mampu berlapang dada terhadap segala hal yang terjadi pada diri kita, maka beban yang terasa akan hilang secara bersamaan. Karena keberadaan kesulitan, halangan, dan rintangan inilah yang merupakan beban hidup yang harus kita alami. Dengan demikan, mampu menghadapi kesulitan, halangan, dan rintangan sama halnya dengan mampu menghilangkan beban. Dengan kata lain, ketiadaan beban dalam hidup berarti hilangnya kesulitan, halangan, dan rintangan hingga tercapai apa yang menjadi tujuan (hal. 89).Setelah kita mampu berlapang dada yang kemudian dilanjutan dengan hilangnya beban pada diri kita, maka kita akan mendapatkan sebuah citra yang baik, baik di hadapan Allah ataupun sesama manusia.

Yang ketiga,

Dan pencitraan atau tingginya nama kita inilah yang menjadi Aurat Al Insyirah yang ketiga. Artinya, surat yang terdiri dari delapan ayat tersebut mengajarkan kita bahwa sesuatu yang dilalui dengan lapang dada atau ikhlas akan berakibat baik pada diri kita dan citra kita di mata Allah dan sesama.

Yang keempat,

Selanjutnya, Ayat Al Insyirah yang keempat, yaitu setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Ayat kelima dan keenam dalam syurat ini menerangkan bahwa setiap kesulitan ada kemudahan, artinya seberapa sulit hal yang kita hadapi pasti dibalik itu pasti ada kemudahan ataupun kegembiraan. Lebih singkatnya semua pasti ada hikmahnya.

Yang kelima,

Di ayat yang kelima ini, secara tidak langsung mengajarkan kinta tentang konsep kehidupan Yassiru wa La Tuassiru (mempermudah suatu kesulitn bukan mempersulit).Sedangkan Aurat yang kelima adalah Prinsip Istiqomah. Setelah empat Aurat di atas kita pun dituntut untuk Istiqomah dalam menjelankan keempatnya.

Prinsip istiqomah ini juga mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda suatu pekerjaan untuk menjadi lebih baik. Prinsip istiqomah ini tidak hanya diterapkan untuk Aurat Al Insyirah saja. Melainkan pada setiap langkah hidup kita, terutama dalam hal kebaikan.

Siapa-siapa membaca Surah Al-Insyiraah 7 (tujuh) kali pada tiap-tiap lepas sembahyang, niscaya terlepas daripadanya kesusahan dan mudah oleh Allah s.w.t. akan rezekinya.Siapa-siapa membaca Surah Al-Insyiraah 40 (empat puluh) kali pada tiap-tiap lepas sembahyang fardhu selama tujuh hari berturut-turut, niscaya mengurnia Allah SWT kepadanya kekayaan.

Itulah beberapa hal yang gue temukan. Subhanallah sebenarnya semua persoalan ada penyelesaiannya di Al-Quran. Hanya terkadang kita dan termasuk saya ini yang malas atau mungkin tidak tahu untuk mencari. Astagfirullah

Hunting markas lain

Bosan latihan di lapangan Simpang 5 atau pun Pahlawan, ini ada alternatif lain untuk latihan bareng Inline Skate Semarang. Suasananya jauh lebih sepi dan private. Cocok untuk memantapkan trick sebelum unjuk gigi di tempat yang lebih ramai. 🙂

I’m craZzzzy of DOCMART !!

Pas lagi ada duit, stok gag ada.

Pas lagi gag ada duit, stok ukuranku ada. Tuh kan jadi galau siang-siang gene gara-gara Docmart!

Ngiler banget beli sepatu Docmart yang merah marun. Dari dulu nyampe sekarang belon kesampean beli. Udah googling sana sini nyari yang ukurannya pas ma kaki gue pasti sering gag ada. Entah kosong atau keburu sold out duluan. Somebody pleaseeeee help me to find my soulmate. T_T

Awwww….you r rock!

Gue janji suatu saat gue pasti dapetin elu beibeh!! wait me nak, ambo masih mencarimu ! 😀

Iseng-Iseng Berhadiah

14 Juni 2012 pukul 09.30 WIB tiba-tiba hape gue bunyi. Sontak kaget karena saat itu gue lagi leyeh-leyeh sambil ngantuk-ngantuk abis nyetrika. By the way rajin amat ya yang nulis.hihi :p

Pas gue cek ternyata nomor asing. Gue angkat, dan terdengar suara pria dari seberang. Eh ternyata ini telfon dari Azimut, salah satu agen pariwisata di Yogyakarta yang pernah aku ikutin wawancara kerja. Gue dikabarin bahwa gue diminta ikut training kamis depan tanggal 21-24 Juni 2012. Wohoooo ! mimpi apa gue semalem dapet berita beginian. Sekedar info nyh guys awalnya gue gag berencana ikutan wawancara, tapi karena permintaan dosen gue jadinya ikutan deh. Gue seneng banget ternyata keisengan gue ada hasilnya yang gag gue duga-duga. Di sisi lain sebenernya gue masih bingung ini artinya gue udah positif diterima atau masih tahap audisi gitu ya. Bener-bener bingung apa yang kudu gue siapin, ini bener-bener pengalaman pertama buat gue.

Azimut ini berbeda dari agen pariwisata lainnya, karena spesialisasinya lebih ke hal yang berbau alam semacam tracking ke gunung dll. Jadi gag mengunjungi tempat-tempat yang emang udah jadi ikon pariwisata semacam Borobudur atau malioboro gitu. Gue tertarik banget sama pekerjaan yang ditawarkan karena ini juga salah satu passion gue, yang berhubungan sama alam, travelling, dan tentunya orang-orang baru dari berbagai belahan dunia. Pas banget sama kepribadian gue yang tomboy. Daripada disuruh jadi guru ngajar di kelas dan murid yang sama setiap hari, gue lebih milih disuruh tracking ke gunung 3 hari deh. Hehehe..tapi bukan berarti gue gag suka dunia ajar mengajar lho, suka-suka aja tapi kadarnya gag seberapa.

Jadi gag sabar bakalan ngapain aja minggu depan. Semoga gue mampu dan gag memalukan. Semoga gue bisa menampilkan yang terbaik dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Amin.

Tunggu cerita gue selanjutnya ya. Wish me luck guys ! See u soon …mmuuuuuaaaah

RANDOM HOURS My Sit-com Life Episode – Part 2

Sorry jeda lama benget baru sempet update part 2-nya. Hehe…buat yang udah lupa silakan baca lagi yang part 1-nya..hehe

 

16.00 WIB

Puas makan enak sekarang saatnya menjelajahi apa aja yang bias dinikmati di Sekatul. Oh ternyata di sini ada arena outbondnya juga. Dan kebetulan ni anak-anak junior pada mau main flying fox. Ngikuuut ah …!

Mumpung gratisan gue puas-puasin deh mainnya. Hehehe

 

16.35 WIB

Udah sore ni gue udah mulai bertanya-tanya dalam hati, kapan pulang. Yess ! doa gue terjawab, para tante-tante dan om-om udah ngajakin cabut. Eiits..sebelum cabut foto-foto dulu ya pemirsaaaah. :p

 

17.30 WIB

Eh kirain ini langsung pulang, tapi ternyata malah belok ke kawasan danau di BSB buat latihan inline. -___-

Rada ngantuk dan capek syh sebenernya, tapi berhubung gag bisa misah ya udah ngikut aja deh sama yang tua. Tempatnya udah jauh berbeda dari terakhir kali gue ke sini. Sekarang jauh lebih aman, sepi karena orang selain penghuni perumahan gag boleh masuk pada jam dan hari tertentu dan ada penerangannya juga udah bagus banget. Gue berasa kayak di S’Pore deh kalo di sini. Romantis gimana gitu deh suasananya. Tapi tang paling penting jelas dong lahan buat main inlinenya luaaaaaaaaaas dan haluuuuuuuus. That’s the point!

 

20.40 WIB

Buset gag brasa banget udah jam segene. Ini pasti gue udah dicariin emak gue deh. Gue belon bilang kalo acaranya sampai malam karena gue sendiri juga gag tau. Gue pikir Cuma sampai sore doank. Hati gue udah mulai gag tenang kepikiran yang di rumah. Saat itu gue gag memutuskan buat sms atau telfon orang rumah karena gue pikir tar sekalian aja gue jelasin kalo udah nyampe rumah. Uhh..setelah pada berbasa-basi ria akhirnya pulang juga. Sumpah gue pengen cepet-cepet nyampe rumah. Takut si mami tar keburu keluar tanduknya.

Begitu nyampe rumah Om Juan gue langsung bisik-bisik ngajakin si Iting cabut, eh kata Iting kita jangan pulang dulu karena mau disiapin makan malam. Laper juga syh sebenarnya sekalipun tadi udah maem banyak, tapi kan udah kebuang lagi gara-gara latihan inline.

 

20.55 WIB

Jam segene baru keluar dari rumah Om Juan setelah diambil keputusan pada mau maem bakso. Akhirnya gue, Iting, Ocha (anak pertama Om Juan) dan Rere yang keluar cari maem. Si Iting yang nyetir mobil, gue duduk di depan, sementara Ocha sama Rere di belakang. Hmm…berasa keluarga mudaa deh. Hihihi

 

Saat itu atas saran dari Ocha kita dijak belanja di bakso langganan dia. Tapi emang dasar nasib gue kudu pulang malem kali ya, eh si abang tukang bakso langganan malah tutup. Muter-muterlah kita nyari tukang bakso yang lain yang kiranya rada menajnjikan. Gag begitu lama akhirnya kita nemu deh. Jam hape gue menunjukan pukul 20.15 WIB..huft…udah makin malem aja ni. Gue sebenernya gag masalah sekalipun mau pulang jam 01.00, tapi yang jadi masalah ini gue udah keluar dari siang. Seharian donk ni gue mainnya.

Drrrdt..drrrtdr…drrrrddt…hape gue getar, Jedeer! Ada nomor rumah gue memanggil. Mampus deh ini pasti si mami!

Yap..gue angkat tuh telfon dan ternyata bener mami gue. Jauh di seberang sana si mami ngomel-ngomel blab la bla. Telfon ditutup. Lemeeees deh…T_T

 

21.30 WIB

Desperate banget rasanya kalo udah diomel-omelin si mami. Hwaa….pengen banget nangis saat itu. Gue langsung badmood. Dan seperti biasa si Iting udah paham banget sama keadaan gue yang satu ini. Dia berusaha keras menenangkan gue. Gue Cuma diem aja dan berusaha menampilkan ekspresi sesabar-sabarnya.

Bahkan ketika makan bakso rame-rame di rumah Om Juan gue tetep gag bisa nyembunyiin kegalauan gue. Sampai akhirnya si Iting sms ke hape gue. Isinya bilang kalo dia udah sms ke nomor hape bokap gue perihal keterlambatan gue pulang. Sontak gue langsung marah banget!. Gue marah karena dia gag bilang-bilang gue dulu. Gue marah karena gue gag mau tar si Iting yang disalah-salahin. Gue gag mau dia diapa-apain ortu gue. Langsung gue omel-omelin deh thu si Iting dengan kata-kata pedas dan menusuk yang belakangan setelah gue gag marah gue sadar udah jahat banget. So sorry dear…huhuhu

 

22.15 WIB

Kita cabut dari rumah Om Juan. Sepanjang perjalanan gue cuma diem nyampe kita pisah. Marah banget gue sama Iting udah seenaknya bertindak tanpa ngomong-ngomong gue. Saat itu gue Cuma marah…marah dan marah.

 

Esoknya, gue masih marah. Tapi gue cuek aja deh tetep ke kontrakan si Iting. Niat gue buat bangunin dia buat kuliah. Soalnya si Iting ni susah banget bangun kalo kuliah rada pagi. Hmm…sbelum gue berangkat dari rumah seperti biasa gue minta uang jajan dan pamit. Eh tapi kok ni si mami gag kayak biasanya. Biasanya kalo abis gue salah gue langsung dimarah-marahin, diomel-omelin tapi kok ni rada kalem. Gue jadi mikir apa ini karena smsnya si Iting semalem ke bokap gue ya. Duh..kemarahan gue ke Iting langsung merosot, rasa bersalah mulai menggelayut di hati. Gag enak banget rasanya.

 

Sesampainya di kontrakan Iting, gue langsung bangunin dia. Seperti biasa tiap hari gue selalu bawain pisang buat santap pagi sebelum makan besar. Begitu pula hari ini. Setelah gue bangunin dia dan dia agak sadar, Iting mulai bertanya perihal keadaanku di rumah terkait insiden semalam. Inti cerita gag seburuk biasanya kalo mamiq marah. Dan Iting pun mulai berbicara…

Rupanya dia sms bokap gue intinya dia minta maaf dan betanggung jawab sama diri gue kalo ada apa-apa. Di situ dia juga bilang lain kali kalo pas perginya emang rada lama dan posisinya sama dia maka dia akan menghubungi orang rumah. Hwaaa…..melting deh gue. Gue pacaran 3 tahun bulan Oktober tar, tapi gue selalu begini, gag pernah nyoba dulu. Udah kadung paranoid sendiri. Alhasil tiap niat baik jadi serasa gag baik di mata gue. Oh..pantesan gag sepanas biasanya kalo marah ni mami gue. Ah..emang dasarnya gue yang bego dan kemakan emosi doank jadi gag bisa ngontrol. Yang ada gue malah kadung nyakitin orang yang gue sayang dengan kata-kata yang tidak sepantasnya.

 

Gue ngerasa bersalah banget. Gue udah minta maaf, dan Iting udah jelas maafin gue karna dia emang pemaaf. Ini nyh yang kadang bikin gue makin meleleh, udah gue jahatin tapi Iing tetep baik dan sabar sama gue. So guys, dari pengalaman gue yang bisa diambil adalah jangan paranoid dulu sebelum mencoba, karena kita gag akan pernah tahu endingnya kayak apa. Dimana-mana kalo udah negative thingking dulu emang efeknya gag pernah bagus. Bener kata orang kalo udah emosi duluan yang ada otak gag bisa jalan. Alhasil hal-hal bodohlah yang kita hasilkan, dan pada akhirnya ita sendiri yang menyesali. Contohnya, gue. Semoga ini bisa jadi pelajaran buat gue  dan gag terulang lagi. Amin