Mimpi Itu Belum Mati

Pukul 01.45. Seperti biasa gue belum tidur. Gue masih setia bercumbu dengan laptop gue. Malam ini gue masih bersemangat untuk mencari berbagai macam referensi untuk materi guiding gue, niatnya syh kayak gitu.  Googling sana sini, gue malah menemukan artikel yang menarik yang membawa pikiran gue malayang. Beberapa kali gue menemukan artikel tentang orang-orang yang dapet kesempatan buat hidup di luar negeri, terutama Prancis, negeri impian gue selama ini. Wajar jika gue pengen ke sana, karena gue pembelajar bahasa Prancis. Betapa beruntungnya mereka bisa merasakan hidup dan belajar di sana. Sungguh terbersit rasa iri di hati ini. Namun gue harus cepat-cepat membelokkan perasaan jelek ini ke arah yang lebih baik.

Kadang mimpi ini terasa gag realistis. Tapi terkadang dengan beberapa kejadian yang ada dalam kehidupan gue yang berhubungan dengan Prancis, gue merasa gue sedang menuju ke impian gue. Amin

yeeaah..I dream. Sometimes I think that’s the only right thing to do.

Mungkin memang ada maksud kenapa sekarang gue masih ajek aja di sini. Gue harus berusaha keras agar mimpi gue bisa terwujud, semoga kelak Engkau memberikan jalan Ya Allah 😉

Yes, you can be a dreamer and a doer too, if you will remove one word from your vocabulary: ”impossible.”

Advertisements

My Favorite Book Images: Supa_Fly!

digibooklibrarian

I wanted to share my favorite book images with you. I always get these in my email inbox. Each one has a unique saying that has captivated my imagination in some way. I really do LOVE BOOKS!

~

🙂

I believe that I was thinking like this at a very young age.

I realized that this was true for my life after thinking about Dreams from My Father, By Barack Obama.

T R U T H !

Ha!

 I thought you knew.

My favorite!

View original post

Passion is Not About The Job, Passion is About The Activity

Sudah lebih dari hitungan hari pikiran ini berkecamuk dengan dunia kerja. Memang saat ini gue masih ngelarin skripsi gue, tapi gue udah bersentuhan dengan dunia kerja walaupun bisa dibilang part time.

Untuk apa mati-matian masuk ke perguruan tinggi negeri? Untuk jadi karyawan di perusahaan terkenal? Untuk jadi PNS? Oke, setelah itu apa? Untuk jadi anak yang dibanggakan orang tua? Untuk dipandang keren oleh mertua? Oke, setelah itu apa? Ya, kalau orang tua senang maka saya akan senang juga?”

Sounds familiar ya kutipan di atas.

Repot ya…hanya untuk sekedar bahagia. Padahal bahagia itu ada di sekitar kita. Think less feel more. That’s it.

Tapi gue gag pengen seperti itu. Bolehlah orang menganggap anak muda terlalu pemimpi dan tidak realistis. Lagi, seperti gue bilang di judul bahwa Passion is not about the job, passion is about the activity.

Gue bersyukur saat ini gue berada di lingkungan kerja yang masih termasuk dalam passion gue, berhubungan dengan olahraga dan lifestyle. But, masalahnya adalah gue sekarang juga sedang menjajaki dunia kerja yang baru dengan passion gue yang lain juga yang emang gue suka juga. Semenjak gue iseng ikut wawancara kerja tempo hari, gue gag nyangka bakalan lolos ke tahap selanjutnya dan sekarang gue sedang menjalani masa training. Di situ gue jadi guide accompagnateur untuk wisatawan yang berbahasa Prancis. Guidingnya ke arah tracking gitu, jadi klien yang gue tangani orientasinya faire un voyage aventure dan bukan un voyage shopping. They came to do an ‘adventure’ trip and not a ‘shopping’ trip.

Resikonya adalah gue bakal sering bolak balik Yogyakarta karena kantor gue ada di sana walaupun tar juga kerjanya menjelajah Indonesia. Inilah sebenarnya yang bikin bingung karena gue bakal berkurang waktu buat keluarga, LDR sama pacar yang gag mau diajak LDR, dan yang jelas berarti kerjaan gue di tempat sebelumnya bakalan gue lepas atau gue gag maksimal di keduanya ntar.

Gue gag pengen pilih salah satu karena gue SUKA semuanya! Dan keduanya sama-sama passion gue! How lucky I am! Dapet kesempatan ini di saat orang lain banyak yang terjebak dalam pekerjaan yang gag sesuai sama passion mereka. Gag pingin deh terjebak dalam Zombie syndrom: Tidak happy dg pekerjaan, gaji tdk cukup, jabatan mandeg, bos galak dan penuntut. Passion is something u do it because u care. Do u know what u love?

 

 

INSOMNIE

J’ai vérifié, sur le réveil. Il est une heures. J’ai beau refuser d’allumer la lumière, le sommeil, je le sais, ne viendra pas. Le terrain de jeu des confusions nocturnes occupe à présent tout l’espace, on ne peux rien contre lui. C’est drôle comme tout est remis en question, à ce moment-là. C’est toujours l’heure où tout bascule. Les morceaux de rêves dans lesquels on plonge quelques courtes secondes ont la couleur les hallucinations.

 

 

Call It A Day

Bonjour! Comment allez- vous?

Hey ! A few days without you and I already miss you ! I spent the last weekend in Yogyakarta for Azimuth training ! It was such a great weekend, Yogyakarta is really amazing ! so much beautiful things to see !

with Puput & Galuh at basecamp

Lama banget rasanya gag update blog lantaran sibuk acara training Azimuth. Pffff, c’est déjà fini ! Je le savais, que ça passerait trop vite, mais à ce point !

Sekarang gue udah kembali setelah 4 hari yang luar biasa di Yogyakarta. Tepatnya acara training Azimuth yang berlangsung dari tanggal 21-24 Juni 2012. Gue berangkat bareng Galuh dan Puput naik bis dari Semarang jam 5 pagi karena jam 9 pagi kita diminta udah nyampe sana. Untungnya si pacar berbaik hati mau mengantarkan, jadi gue gag keteteran deh. Hehe..makasih ya Iting.

Oke begitu nyampe di Terminal Jombor, kita langsung lanjut naik Trans Jogja menuju perempatan Kentungan. Wah ini pengalaman pertama gue naik Trans Jogja. Cukup membayar Rp. 3000,00 kami sudah bisa sampai di tempat tujuan.

Day 1

Pukul 09.30 WIB kami sudah sampai di kantor Azimuth. Setelah sesi ramah tamah kami langsung menuju teras belakang untuk sekadar istirahat sebentar memulihkan tenaga sebelum memulai sesi berikutnya. Oiya disini ada tambahan personil lagi yaitu Najwa dari UGM. Tanpa berlama-lama kami langsung mulai dengan sesi materi dari Azimuth, kali ini lebih ke teori terlebih dahulu. Acaranya syh berlangsung santai tapi tetep serius. Sesi ini berakhir saat jam makan siang tiba, sekitar pukul 12.30 WIB, kami langsung diajak makan siang ke rumah makan yang tidak jauh dari kantor bersama 2 partner gue yang lain, dan segenap jajaran dari Azimuth. Ada Monsieur Dasirun yang kemudian kami memanggilnya dengan sebutan mas, Beliau adalah bos kami di Indonesia, sementara bos kami yang dari Prancis sedang berada di Bali. Kemudian ada Ian (lelaki berkebangsaan Prancis yang berdarah Korea), jadi dia dari kecil sudah diadopsi keluarga Prancis. Ada 2 lagi bule yang gue lupa namanya.hehe….gue emang rada lemah dalam mengingat nama, tapi mukanya syh gue hapal. Makan siang selesai kami langsung lanjut dengan sesi teori lagi dan lagi sampai sore. Setelah itu barulah kami bisa beristirahat. Kami menginap di sebuah perumahan, di basecamp Azimuth nampaknya. Yay ! Akhirnya bisa istirahat juga! Sumpah ngantuk banget rasanya abis perjalanan jauh. 😀

Day 2

Hari kedua ini kami akan melakukan tour kecil ke beberapa tempat wisata beserta rute trackingnya. Tujuan kami hari ini adalah Keraton Yogyakarta, Taman Sari dan Ratu Boko. Destinasi pertama Keraton Yogyakarta.

Setelah membayar tiket masuk dan tiket foto, kami langsung memulai tour kecil kami. Mulai dari pintu masuk sampai ke tiap detail bangunan di sana kami dijelaskan panjang lebar oleh Mas Dasirun dan juga Mas Hadi kakak kelasku di kampus dulu yang sudah bekerja di Azimuth. Hmm…bener-bener kagum dengan orang Jawa, begitu cerdasnya mereka memikirkan setiap detail dan filosofi dari setiap hal yang dibuatnya. Contohnya nih, gue baru tahu kalo bangunan joglo itu harus dibuat menghadap ke sselatan. Trus ada lagi, alun-alun utara itu dikelilingi oleh pohon beringin yang jumlahnya 99 yang melambangkan Asmaul Husna yaitu nama-nama baik dari Allah SWT. Dan tentunya masih banyak lagi informasi yang gue dapet. Bertambah lagi deh pengetahuanku akan kekayaan budaya Indonesia.

Perjalanan berlanjut ke destinasi kedua yaitu Taman Sari yang ditempuh dengan jalan kaki lewat jalanan belakang Keraton dan menyusuri gang-gang kecil. Seru!

Di tempat yang kedua ini tak banyak yang kami lakukan. Hanya mengunjungi beberapa spot kemudian berfoto dan kembali melanjutkan perjalanan. Destinasi terakhir kami candi Ratu Boko. Kami tidak masuk lewat pintu utama seperti turis lainnya, tapi kami lewat “gang kancil” agar tidak perlu membayar tiket masuk. SSttssst…untuk adegan yang satu ini jangan ditiru ya.hehehe

Setelah turun dari mobil, kami langsung berjalan kaki menyusuri jalan bebatuan kecil yang dikelilingi pohon jati. Sambil beristirahat di rindangnya pepohonan kami melakukan briefing sebentar tentang tempat yang kami kunjungi ini. Sesi terakhir pun dilanjutkan, dokumentasi! Jepreeet….jepreeeet!

Done! Selesai sudah untuk hari ini. Waktu sudah sore, saatnya kembali ke base camp.

Rupanya kejutan belum berakhir. Tiba2 si mas bos dapet panggilan untuk naik gunung merapi dadakan. Wah ada tawaran 1 orang lagi bagi yang mau ikut. Akhirnya dengan mantap gue ngajuin diri walau sans preparation. Ok..begitu nyampe base camp gue langsung mandi dan tidur karena kami akan berangkat pukul 22.00 WIB. ZZZzzzz

Alarm berbunyi pukul 21.00 WIB, oh..perut gue laper belom makan dari tadi sejak pulang. Untung si Puput dan Galuh berbaik hati sudah menyiapkan makan buat gue. Thannks guys! HUG…hug..hug!

Makan udah, Packing beres, peralatan beres, jemputan udah dateng, sekarang saatnya cap cus.

Bersama si mas bos Monsieur Dasirun, dengan Pak Rahmat sebagai driver, kami berangkat menuju Selo Boyolali setelah sebelumnya menjemput klien kami di hotel. Klien gue ini lelaki berumur kisaran 21-27 deh, asalnya dari Bordeaux, salah satu kota di Prancis. Salut deh gue sama bule yang satu ini, dia backpackeran sendiri lhooo…oiya lupa, namanya Guillame.

Gue gag akan cerita sampai detail dari gue mendaki dari bawah sampai puncak trus turun lagi. Bakalan lama banget itu ceritanya. Jari gue udah pegel ngetik segene. Heuheuheu

Jadi intinya nyh gue mulai pendakian pukul 01.00 WIB. Brrr…dingin bok !

Pendakian berlangsung kurang lebih 5 jam. Sekadar info nyh ya ini pengalaman pendakian gunung yang pertama buat gue. Dan gue adalah orang yang paling terakhis finish. Yang lain berhasil mendaki dengan waktu yang jauh lebih cepat daripada gue. Untungnya pas di belakang ada porter yang berbaik hati menemani.hiihi…biarkan si mas bos dan Guillame ke puncak duluan kan ni juga kudu professional coz bawa tamu. Hmm…les paysages sont à tomber par terre et la végétation magnifique!

Ok selanjutnya bagian yang paling ditunggu adalah…..eng ing eng….Nyampe puncak!

Gileeee….mimpi apa gue bisa nyampe puncak merapi! Khusus bagian yang ini gue gag bisa nyritain lewat kata-kata, karena cuma hati gue yang bisa berbicara. Ciyeeeeh…

Sumpah viewnya keren mampus, ngliat detik-detik kemunculan sunrise, ngliat pemandanagn di atas awan…melihat gunung-gunung nan menjulang.. Subhanallah…. J’ai passé là un  très bon moment ! 😉

Kebimbangan Itu Bernama Pekerjaan

Benar-benar bimbang dan bingung memilih pekerjaan mana yang akan gue pertahankan. Di sisi lain gue bersyukur atas kesempatan yang sudah gue terima, tapi … hidup memang kejam saudara. Sekarang saatnya untuk MEMILIH!

Apakah gue harus bertahan di Inline Skate Semarang atau melanjutkan di Azimuth dalam formation du guide accompagnateur de club  aventure. Kedua-duanya adalah pekerjaan yang gue suka. Bahkan sebenarnya gue gag menganggap itu bukan sebuah pekerjaan karena gue merasa seperti bermain-main di sana.

Gue sama-sama bisa mengembangkan diri di dua sektor itu. Di Inline Skate Semarang gue bisa mengembangkan skill gue maen classic slalom, sementara di Azimuth gue bisa mengembangkan bahasa prancis gue plus gue bisa keliling Indonesia juga menjelajahi keindahan alam  dan bekerja dalam kondisi yang dinamis.

Jujur untuk sekarang gue belum memandang masalah gaji, tapi lebih ke kepuasan buat diri gue sendiri. Tuhan bimbing hamba untuk mengambil keputusan yang tepat…