Quand Je Parle d’Aventure

Bonsoir!

Quand je parle d’aventure … >>> Se déplacer pour rencontrer. Voir de beaux paysages est un aspect important dans un voyage, mais ce qui vous laissera des souvenirs impérissables, ce sont les jolies rencontres que vous ferez. Cela fait d’ailleurs partie des premières choses que l’on raconte à notre retour car chaque rencontre est à la fois unique et enrichissante. Que ce soit une amitié ou une arnaque, on a tissé un lien avec la personne. Et plus on se déplace au sein d’un pays, plus on a la possibilité de rencontrer des gens différents !

Advertisements

Mt.Batur: Taking a Deep Breath #RockOverIndonesia

In 2012, I’ve been traveling to many places and staying in different type of accommodations. But I gotta admit, this one volcano called Mount Batur stayed in my head until now. I traveled there in end of August 2012, so yeah it’s been 4 months away.

Let me share why I think Mt.Batur is fascinating…

 

IMG_5669

Puncak Gunung Batur di bulan Agustus

 

Gunung Abang, tetangga Gunung Batur.

 

Gunung Abang dilihat dari puncak Gunung Batur.

Danau di antara Gunung Batur dan Gunung Abang.

Danau Batur

 

Located in Bangli regency, Kintamani offers a greeny beautiful scenery with magnificent view of Batur volcano and the lake. Batur volcano it self has erupted about 24 times during early year 1800. Many damages happened along it eruption. It’s seen from the lines of larvae are still seem obvious around the volcano. Meanwhile, the lake is the largest one in Bali.

Bukan Bali kalau tidak kaya akan tradisi. Ada satu hal yang membuat saya terkejut ketika mendaki Gunung Batur. Ternyata Gunung Batur ini oleh orang Bali dikelilingi oleh kain warna putih seperti halnya masyarakat Bali “menyarungi” pohon dengan kain hitam putih khas Bali. Bayangkan betapa panjang dan melelahkannya harus melakukan itu! WOW!

Gunung Batur ini sudah ditetapkan sebagai salah satu Geo Park di dunia. Lokasinya bena-benar unik menurut saya. Berjejeran dengan Gunung Abang dan Gunung Agung. Ada sebuah danau yang cantik di antara Gunung Batur dan Gunung Abang. Rute untuk menuju ke sana juga merupakan sebuah keindahan tersendiri yang bisa dinikmati. Well, saya tidak akan menolak jika mendapat kesempatan untuk bisa kembali ke sana.hehe 😀

Eco Tourism … Ayo jadi Traveler & Travel Writer yang Bertanggung Jawab!

Bonsoir !

Il est 23h50, je suis en train d’ouvrir mon twitter. Lagi asik-asik ngadepin TL tiba-tiba saya menemukan sebuah link artikel yang menggugah dari salah satu akun twitter tentang travelling yang saya follow.

Artikel ini merupakan tulisan dari salah seorang blogger tentang betapa pentingnya sebagai seorang travel writer kita tidak hanya bisa menulis dan menyajikan foto yang menarik bagi pembaca, namun juga harus bisa bertanggung jawab dengan tulisan dan destinasi wisata yang kita bahas. Ini dia link dari artikel yang saya maksud http://t.co/EtyY66Ty .

Saya pribadi setuju sekali dengan isi artikel tersebut. Berikut beberapa bagian menarik dalam tulisan itu.

“Perilaku egois, narsis dan kekanak-kanakan ini menyebar seperti virus. Menjangkiti banyak orang bahwa traveling adalah perilaku keren nan kece yang harus dilakukan. Bahwa menikmati hidup di luar memejalkan diri untuk melakukan perjalanan jauh dan eksotis adalah keren. Tidur di bandar udara berbekal sleeping bag, melakukan perjalanan ke luar negeri berbekal uang seadanya, menembus hutan lindung dan memotret pemandangan langka nan indah memang adalah kegiatan debar yang melenakan”. 
“Saya khawatir hanya sedikit travel writer yang punya kepedulian semacam ini. Mereka datang hanya untuk bersenang-senang, menulis, foto-foto lantas lupa atau bahkan tak tahu apa akibat dari tulisan mereka itu. Banyak travel writer yang berpikir sempit bahwa dengan mempromosikan satu destinasi akan menarik turis yang bisa memberikan pemasukan tambahan. Tapi sedikit dari mereka yang sadar akibat dari turisme masal adalah masuknya nilai-nilai asing yang bisa jadi merusak kebudayaan lokal”.

 “Perjalanan semestinya mendewasakan. Travel writer yang telah menempuh banyak destinasi, belajar banyak kebudayaan dan menikmati berbagai perjalanan harusnya mengalami ini. Sayangnya beberapa travel writerhanya menganggap melancong adalah sebuah pekerjaan. Sebuah bisnis yang tak menuntut adanya tanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Pergi melancong, tulis artikel, terbitkan dan habis perkara. Mereka lupa bahwa destinasi yang mereka tuliskan adalah rumah bagi seseorang, sebuah tempat bernaung dan berlindung bagi yang lain”. 

Itu adalah beberapa bagian yang saya anggap menarik dari artikel tersebut.

ecotourism

Setelah membaca itu ada sesuatu yang menohok di dalam hati saya. Sedikit banyak saya jadi ikut tersindir juga karena secara tidak langsung saya memang berhubungan dengan dunia tourism. Saya suka travelling, saya suka menuliskan pengalaman travelling saya dalam blog dan kebetulan juga saya bekerja dalam bidang yang berhubungan dengan tourism.

Saya jadi termotivasi untuk menjadi seorang travel writer yang bertanggung jawab. Yaah..walaupun sebenarnya prinsip eco tourism sudah lama saya anut, tapi semenjak sekarang saya jadi lebih hati-hati soal yang satu ini. Karena bagaimana pun juga saya ingin ikut melestarikan setiap destinasi wisata yang saya kunjungi, khususnya alam, agar bisa dinikmati oleh anak cucu saya nantinya. 🙂

Ini nih prinsip dasar eco tourism yang wajib dipahami, diresapi dan dilaksanakan dengan hati.

ecotourism(1)

So.. ayo jadi traveler dan travel writer yang bertanggung jawab! 😀

Sweet Escape to Mt.Bromo #RockOverIndonesia

Oke agak telat pake banget syh sebenernya baru diposting sekarang. Tapi tak apalah ya daripada gag sama sekali.

Well, inilah sedikit cerita perjalanan saya ke Gunung Bromo. Sebelumnya pernah saya #kultwit kan di akun twitter saya. Namun baru sekarang sempat mempostingnya ke blog. hehe

Hmm..Gunung Bromo (dari bahasa SanskertaBrahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten ProbolinggoPasuruan,Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Bromo ini dulunya merupakan gunung tertinggi di Jawa, tingginya sekitar 4000dpl. Namun, sekitar 1 juta tahun yang lalu meletus hebat sehingga puncaknya ambruk ke dalam dan membentuk kaldera.

Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terkenal di Indonesia. Keindahannya bahkan sudah mendunia. Beruntung sekali saya bisa mengunjungi Gunung Bromo lebih dari sekali. Dari pengalaman itulah saya dapatkan berbagai pengalaman yang berbeda tiap kali saya berkunjung ke sana.

Bagi para traveler, hal pertama yang dipikirkan mungkin adalah budget. Berapa syh budget yang dikeluarkan untuk bisa menikmati keindahan Gunung Bromo?. Kemudian bagaimanakah cara menikmati keindahan Gunung Bromo agar bisa didapatkan kepuasan yang maksimal.

Cara paling nyaman untuk sampai ke sana menurut saya adalah melalui jalur darat menggunakan mobil. Sekalipun waktu tempuhnya bisa seharian lebih, tapi jauh lebih fleksibel karena di sana minim sekali angkutan umum. Oiya di desa Ngadas yang terletak di sekitaran Gunung Bromo adalah tempat bermukimnya masyarakat Suku Tengger yang menganut Hindu-Budha, mereka adalah keturunan terakhir Majapahit. Suku Tengger ini sendiri dikenal sebagai sosok yang pekerja keras, mereka biasanya bertani sampai ke puncak-puncak bukit.

Waktu paling baik untuk menikmati keindahan Gunung Bromo adalah saat terbitnya matahari, jadi usahakan malam sebelumnya sudah sampai di Cemorolawang untuk bermalam dan menyewa jeep yang akan digunakan untuk menanjak menuju pos di Gunung Pananjakan. Ingat, karena kita akan menikmati sunrise, maka jeep berangkat pukul 04.00 pagi MAKSIMAL. Pastikan itu ketika anda membooking jeep dan jangan lupa HAPALKAN PLAT NOMORnya, karena di pos Pananjakan nanti akan ada ratusan jeep yang warnanya sama, jadi bisa saja Anda kesulitan menemukan jeep yang membawa rombongan Anda. Untuk menginap ada dua hotel yang letaknya paling dekat untuk mencapai Bromo, yaitu Bromo Permai, Lava View Lodge, dan Lava view Hostel. Selain itu masih ada juga beberapa hotel lain namun letaknya relatif jauh. Jadi saya sarankan jika Anda ingin menginap pilihlah di antara 3 hotel tersebut. Range harganya sendiri tergantung musim, apakah itu low session (Januari-Mei), high session (Mei-September) atau peak session (September-Januari). Kebetulan saya sudah pernah menginap di tiga hotel tersebut, dan jika saya harus memilih maka Lava View jadi pilihan terbaik saya karena posisinya tepat di pinggir kaldera Bromo !!.

Satu hal lagi, pastikan Anda membawa baju hangat karena udara sangat dingin, masker karena pasir di kaldera Gunung Bromo akan mengganggu kenyamanan Anda, kacamata, dan tentunya kamera untuk mengabadikan momen indah Anda. J

Salah satu hal yang terbaik dari Gunung Bromo adalah pemandangannya yang spektakuler berjejeran dengan gunung-gunung lain, sebut saja Gunung Batok, Gunung Kursi dan Gunung Semeru. Ada satu tips rahasia bagi pecinta fotografi nyh, Gunung Semeru tiap 15-20 menit sekali meletus, jadi tangkaplah moment itu dan Anda akan mendapatkan foto yang luar biasa !. Untuk itu hindari musim penghujan ketika Anda berniat mengunjungi Bromo agar kepuasan maksimal bisa tercapai.

Setelah menikmati sunrise di pos Penanjakan, sekarang saatnya mendaki puncak Bromo. Hal pertama yang harus dilalui adala savanna dan kaldera Bromo. Tak ada salahnya Anda berhenti di dua tempat ini karena pemandangannya sungguh menakjubkan.  Jangan lewatkan pula pura yang ada di tengah kaldera Bromo, namun jika Anda wanita yang sedang menstruasi sebaiknya jangan masuk dulu ya. Nah untuk mendaki sampai ke puncak Bromo ini sebenarnya susah-susah gampang. Rintangannya adalah kaldera pasir yang terkadang pasirnya berterbangan tertiup angin, teriknya matahari, jalannya yang naik (namanya juga summit attack), dan 246 anak tangga yang harus dilalui sebelum mencapai puncak. Well, bagi Anda yang tidak terbiasa berjalan atau olahraga mungkin hal ini terasa berat, namun sebenarnya tidak sesulit itu kok. Hehe 😀

Inilah beberapa foto yang saya abadikan … enjoy!

Foto dulu sebelum muncak ...brrrr

 

Sang surya yang masih malu-malu

Subhanallah...gag nyesel jauh-jauh ke sini!

bromo 12

eh ketemu sama presenternya Metro TV !

Travel mate saya kali ini :D

Secuil vegetasi di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Jeep yang membawa saya selama di sini

Hamparan kaldera yang akan saya  lewati nanti

wohoooooo!

Salah satu sudut persembahan masyarakat Suku Tengger

biar panas tetep smangat menerjang kaldera! ^^

Pure di tengah kaldera Bromo dari masyarakat Tengger

Gunung Batok, tetangganya gunung Bromo

semangat kawan!

kalo liat foto ini berasa ad nuansa magisnya

Nah itu tadi rincian kegiatannya sekarang kita bahas budgetnya ya :

Misalkan anggap saja berangkat hari Sabtu pagi dan Pulang Minggu

Bensin          : 800.000 (tergantung dari mana Anda berangkat ya)

Makan          : 100.000 (sesuaikan dengan kebutuhan Anda)

Tiket masuk : 25.000 (tahun 2012)

Sewa jeep    : 450.000 (tahun 2012)

Hotel           : 713.000 (Lava view lodge, Bungalow double di masa High session rate belum termasuk pajak 20% )

TOTAL        :Rp 2.230.600, 00

*Room facilities di hotel sudah termasuk:

  • Welcome drink
  • Tea or coffee maker
  • 2 bottles of 350ml dringking water(jumlahnya bervariasi tergantung tipe kamar)
  •  TV, hot and cold shower
  • Buffet breakfast

 

Karena saya meningap di Lava View Lodge, berikut ini saya jabarkan rincian harganya:

Low Session Rate (from January 05, 2012 to May 01, 2012)

  1. Family room: 950.500
  2. Bungalow triple: 726.000
  3. Bungalow double 634.000
  4. Standard superior twin: 554.500
  5. Standar superior double: 554.500
  6. Extra mattres: 220.000
  7. Additional person charge shared stay: 165.000
  8. Breakfast only: 44.000

Nb: harga di atas belum termasuk pajak 20%

 

High Session Rate (from May 02, 2012 to September 20, 2012)

  1. Family room: 1.188.000
  2. Bungalow triple: 792.000
  3. Bungalow double: 713.000
  4. Standard superior twin: 634.500
  5. Standar superior double: 634.500
  6. Extra mattres: 220.000
  7. Additional person charge shared stay: 165.000
  8. Breakfast only: 44.000

Nb: harga di atas belum termasuk pajak 20%

 

Peak Session Rate (from September 21, 2012 to January 04, 2013)

  1. Family room: 1.346.500
  2. Bungalow triple: 858.000
  3. Bungalow double: 792.000
  4. Standard superior twin: 713.000
  5. Standar superior double: 713.000
  6. Extra mattres: 220.000
  7. Additional person charge shared stay: 165.000
  8. Breakfast only: 44.000

Nb: harga di atas belum termasuk pajak 20%

Itu anggaran paling minimnya, selebihnya disesuaikan saja dengan budget dan kebutuhan masing-masing ya. Tentunya siapkan uang lebih untuk pengeluaran tak terduga dan oleh-oleh mungkin?hehe…sekian pembahasan dari saya, semoga bermanfaat. 😀

 

 

Miss you, crazy idea

acrobat_by_artemismoon45-d5kgyafBelakangan ini, entah kenapa saya seringkali merasa stuck. Sementara banyak ide-ide yang mostly crazy yang terlewat, terbersit, terlintas di dalam naungan sel-sel kelambu otak saya.

Tapi itu semua tetap tidak menggugah gairah saya untuk menulis. Saya lebih suka membiarkan ide-ide tersebut tetap berkeliaran di otak saya, dan sampai akhirnya saya menyadari ide-ide tersebut sudah lenyap berganti dengan ide gila lainnya.
Meski, saya tau pokok dari permasalahan ini: kemalasan saya sendiri untuk menulis. Tapi saya masih suka menyalahkan kota ini (baca: metropolitan) sebagai penyebab kemampetan ide brillian saya.

Ketika Liburan Bermakna Seribu

bromo 33Apa yang kamu pikirkan ketika seseorang sedang ke luar kota?

Pasti banyak yang komentar, “Asyik banget liburan…!”

Tapi buat beberapa orang, ternyata menganggap bahwa itu bukan liburan. Di sini yang dimaksud bukanlah seorang yang berprofesi seperti Trinity Traveller atau CK Kaunang ya

Contoh di atas sebenarnya komentar yang saya lontarkan ke teman baik saya, yang saat ini sedang berada di Ubud, Bali. Dia bilang, “I don’t use the word vacation sih”. Alasannya karena vacation terkesan hura-hura, hotel bintang 5, dan senang-senang.

Nah, ternyata pendapat seperti ini bukan hanya dilontarkan 1 orang saja.

Ada teman saya yang lain, yang pendapatnya kurang lebih sama.

Jalan-jalan itu bukan vacation yang melulu hura-hura tapi melakukan perjalanan untuk mengisi ulang energi yang terasa sudah habis.

Sedangkan saya? Saya pernah menjadikan profesi tour guide bahasa Prancis sembari jalan-jalan gratisan plus dapat gaji lagi..! hehe. Saya jadi teringat ada yang bilang, kalau pergi jalan-jalan ajaklah seorang sahabat baik yang seleranya sama dengan kita. Mmm…ada benarnya dan ada yang gak benarnya juga sich.

Yang benarnya, ya jalan jadi seru.

Tapi gak ada salahnya juga kalau jalan dengan orang-orang baru. Justru bisa dapat pengalaman lebih banyak dan syukur-syukur kalau cocok bisa jadi sahabatan.

Ya, intinya sich buat saya, sayang banget liburan (untuk alasan apa pun) kalau sesampainya di rumah tetap aja mukanya cemberut. Sayang waktunya, sayang kenangannya, dan pastinya sayang uangnya hahaha…am I right?

“A good traveler has no fixed plans and is not intent on arriving” – Lao Tzu

Saya suka banget kalimat di atas…ngeresep seperti seruput kopi yang diminum bersama orang terkasih. *lap iler*

Jadi, kalau kamu, liburan itu apa?

 

What’s right and wrong anyway?

truth or dare

Pernah main truth or dare? Rasanya semua tahu permainan ini. Saat anda dapat giliran, kalau kena dare maka lakukan kegilaan sesuai keinginan teman, kalau kena truth maka lontarkan jawaban atas pertanyaan apapun.

Tapi rupanya kalau di permainan ini saya paling males, atau tepatnya takut kena truth. Kenapa? Simple, kalau kena dare “hanya” buat dosa (entah tiba tiba disuruh ciuman – intens tentunya- dengan random person, atau kegilaan lainnya), nah sedangkan kalau kena truth seringnya harus comes clean, alias “buka” catatan dosa. Jelas kan kalo bikin dosa itu lebih gampang daripada ngaku dosa.

Kita semua pasti punya catatan dosa, hal hal yang kita anggap perbuatan salah, mulai dari hal hal kecil, bohong bohong jinak ke pacar, sampai hal besar. You name it yourself. Coba gali ke belakang, pasti ada satu dosa yang anda ingat, anda simpan baik baik sampai tidak ada yang tahu. Saya suka menyebutnya dirty laundry, hal kotor yang kita simpan, sampai suatu saat kita berani untuk comes clean.

Pernah seseorang saat ngajak saya bikin dosa, bilang “what’s right and wrong anyway?” bener juga sih. Apa coba batasan sesuatu disebut dosa? iya, agama, Tuhan, tapi yang membuat batasan persepsi kan anda sendiri. Ah, atau anggap saja statement itu hanyalah pembenaran untuk membuat dosa. Untuk jadi sinner.

Yap, dirty laundry bisa dibuka, kita bisa cerita ke teman, tapi pasti ada satu yang kita simpan jauh jauh di dalam karena kalau dibuka kita tidak siap konsekuensinya.

Biasanya kalau mesti comes clean, akhirnya dosa itu diakui, dengan berbagai alasan. Ada teman yang menyalahkan situasi, ada yang menyalahkan yang ngajak bikin dosa, intinya semua fakta bisa diputar, digaris bawah bagian “penyebab” sehingga tampak dosa lah yang menghampiri kita, bukan kita yang menghampiri dosa.

Sebagian akhirnya dengan cara berkelit bisa lolos dari konsekuensi berat ngaku (atau terpaksa ngaku) dosa. Kapok? Sebagian iya, sebagian tidak. Kalau saya sendiri tidak kapok, karena dirty laundry saya masih tersimpan aman, nobody knows. Tapi saya tidak berencana bikin dosa lagi. Kenapa? Too much dirty laundry is just too much to handle.

Dosa itu universal, semua orang pasti punya dosa. Entah dosa kecil atau besar, everyone is a sinner. Saya ingat satu cerita, ada pendosa, pelacur yang akan dihukum ramai ramai, semua warga sudah siap merajam. Tiba tiba ada seseorang yang bilang “Those who’swithout sin may cast the first stone,” yang tidak berdosa boleh melempar batu pertama. Hasilnya, semua meletakkan batunya dan tidak ada satupun yang melempar.

Everyone is a sinner, but that’s not the point. Clean is better than dirt, so I avoid too much dirty laundry. How bout you, sinners?

@NcisLuscious – a silly sinner, who hates the fact that she have to carry her dirty laundry.