Nikmatnya Trekking di Danau Tamblingan & Buyan, Bali. #RockOverindonesia

17 Agustus 2012. Tidak sadar rupanya perjalanan saya kali ini tepat dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ah..Indonesia itu nggak akan pernah habis dijelajahi. Seperti perjalanan kali ini, saya akan trekking di sekitar Danau Tamblingan dan Buyan!! Excited sekali karena danau ini masih “perawan”. Lokasi 0byek Danau Buyan dan Tamblingan terletak di kawasan yang sangat strategis yakni diapit oleh tiga obyek wisata terkenal yaitu Bedugul dengan Pura Ulun Danunya, Air Terjun Gitgit, dan Lovina Beach. Sebagai latar belakang adalah gunung Lesong dengan ketinggian 1860 m memagari kejernihan air danau sekaligus menciptakan keheningan yang sangat alami.

Danau Tamblingan

lake buyan

Datang saja ke Kabupaten/Kota Buleleng Bali dan siap-siap terpesona oleh indahnya kedua danau yang masih alami ini. Danau Buyan dan Danau Tamblingan seolah danau kembar yang memiliki daya tarik yang sangat mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini masih sangat dirasakan, misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di kedua danau ini. Masyarakat setempat menggunakan perahu-perahu kecil yang disebut “pedahu” untuk memancing.

Pedahu

Rute trekking saya berdurasi 3 jam dengan pembagian 2 jam jalan dan 1 jam naik pedahu di Danau Tamblingan. Trek yang dilalui cukup mudah meski ada beberapa bagian yang harus berhati-hati karena tanjakan yang curam dan licin. Saya sangat kagum dengan begitu besarnya komitmen masyarakat Bali menjaga alam mereka. Hutan yang masih alami ini menjadi buktinya. Pohon beringin yang begitu besar dengan usianya yang ratusan tahun, serta tanaman-tanaman tropis yang dibiarkan tumbuh bebas di hutan. Oiya, biasanya masyarakat Bali memakaikan kain hitam putih pada pohon beringin, namun jika posisinya ada di hutan seperti yang sekarang saya temui, maka tidak perlu diberi kain hitam putih seperti biasanya. Pohon beringin sendiri bagi masyarakat Bali adalah “Pohon Abadi” karena walaupun  kita menebang pohon tersebut, maka akan terus tumbuh lagi cabang yang baru, dan terus menerus demikian.

Wah saya benar-benar kegirangan berada di hutan ini karena baru kali ini saya menemukan pohon-pohon yang begitu besar dan tingi menjulang. Yah walaupun saat saya ke Kalimantan juga menemukan pohon-pohon besar, tapi tetap saja saya dibuat tak bisa berhenti takjub.

Satu lagi yang membuat saya heran, begitu sampai di pos peristirahatan yang pertama, di situ ada sebuah pure. Iya PURE DI TENGAH-TENGAH HUTAN BELANTARA! Whaaaat?! Gila ni siapa coba yang mau repot-repot jalan jauuuuuuh dan melelahkan untuk bisa beribadah di sini? Dan nyatanya memang ada. Ckckck salut banget deh sama orang Bali! Orang Bali memang TOP dalam menentukan tempat ibadah, mereka selalu memilih tempat-tempat yang eksotis right? Dan keterkejutan saya belum selesai karena di perjalanan saya berikutnya ada 2 pure lagi yang lokasinya WOW!

Pure di tengah hutan

Setelah selesai beristirahat, saya melanjutkan perjalanan lagi. Menuruni sekian ratus anak tangga dari pure tadi saya menuju daerah yang lebih landai yang rupanya mengarah ke arah danau. Benar-benar suasana yang tentram dan tenang. Dan saya menemukan pure lagi saudara-saudara. Yup! Memang tak salah kalo Bali dijuluki pulau seribu pure.

Pura Gubug di danau Tamblingan

Puas melihat dan menikmati pemandangan, saya melanjutkan perjalanan kembali menuju pos terakhir. Di pos terakhir ini saya juga menemukan pure lagi, Cuma kondisinya bagi saya pribadi agak menyeramkan gitu karena ada lukisan wanita yang saya yakin dia adalah salah satu manifestasi dari dewa yang saya tak tahu apa. Hehe..Di sisi lain kondisinya memang agak kurang terawat, apalagi posisinya di tengah hutan. Saya jadi berandai-andai mungkin kalau malam hari sosok itu hidup dan berkeliling ke sana ke mari. Ahh…sepertinya saya terlalu banyak menonton film horor.

Perjalanan saya diakhiri dengan naik pedahu. Iya PEDAHU bukan PERAHU lho. Ini seperti perahu kecil yang terbuat dari batang pohon yang bagian isinya sudah dikeruk. Yay! Seneng banget karena belum pernah naik perahu sekecil ini dan tanpa motor! Ayo semangat dikayuh pake sampan!

Ahhh…benar-benar akhir yang indah. Habis berlelah-lelah berjalan sekian kilo menanjak menurun dsb sekarang bisa santai menikmati indah dan tenangnya danau dari atas pedahu. What a life! God created a huge, beautiful, amazing world for us to explore. A lifetime is not enough to see it all.

 

 

Danau Buyan dan Danau Tamblingan berlokasi di Kecamatan Sukasada, 21 km sebelah Selatan Kota Singaraja, terletak di pinggir jalan Denpasar-Singaraja. Letaknya yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 1000 m dari permukaan laut menyebabkan udaranya agak sejuk dan dingin pada malam hari. Sedangkan Danau Tamblingan dapat dicapai melalui pertigaan ke arah Desa Munduk, desa Gobleg dan tembus di Lovina. Sepanjang jalan ke danau ini dapat dilihat pemandangannya secara utuh. Dari Desa Munduk dapat dicapai danau melalui jalan swadaya masyarakat. Mobil dapat mencapai pinggir danau yang masih asri, dengan kawasan hutannya yang belum tersentuh.

Hmm…btw kok malah kepikran foto prewed di sini ya..haha #abaikan

Advertisements

30 thoughts on “Nikmatnya Trekking di Danau Tamblingan & Buyan, Bali. #RockOverindonesia

  1. Sudah Mampir Ke Rinjani ..?
    Prewednya di Danau Segara Anak Saja, hahahaha (Bercanda ^_^)
    Blognya bagus, keren =)

    Mampir ke blog saya saya =)

  2. hahaha, kalau uda sampai puncak Rinjani, emang racun =P
    *semacam Narkoba, hahahaha …

    Salam kenal, nama saya Ical, Benn Rosyid adalah nama pena saya ..
    Penulis di blog aja sih, hahaha .. =)

    Suka jalan-jalan kah ? Saya suka baca petualangan kamu =)

    • Nama saya Heni, tapi oleh teman2 biasa dipanggil buncis.hehe 🙂
      Saya masih amatiran kok, masih mencoba belajar untuk menulis de sela2 sibuknya bikin skripsi.
      Suka banget travelling apalagi kalo ada yang bayarin.XD

  3. Hahaha .. Buncis, hahaha .. kayaknya kamu anaknya gokil banget ya Heni .. =)
    *Suka nunggu orang traktir buat traveling itu gokil lho, hahaha =)

    Nulis skripsi, berarti angkatan 2009 atau 2010 ya kuliahnya ? Kuliah dimana ? Saya kuliah di Malang =)

    • Wohoho ah masak syh biasa aj kok.hehe
      hmm…mau tau aja ap mau tau bgt? :p
      Aq angkatan 2008 kul di UNNES (Universitas Negeri Semarang) kota Semarang ambil bhs prancis.

      Harusnya syh udah lulus tapi molor berhubung sambil guding di Jogja buat trekking k gunung dan sejenisnya untuk turis berbahasa Prancis berhubung perusahaannya emg fokus di adventure. Makanya bisa kemana gratisan krn dibayarin kantor.LOL

  4. OK, Buncis, sepertiny lebih asyik manggil begitu, untuk cewek yang fotonya berpose aneh, hahahaha 😀

    Mau tau sekarat deh, hahaha * 2008 yaaa, lebih tua dariku 😛

    Ndak papa .. waktu yang terlambat terbayar dengan pengalaman yang menyenangkan 🙂

    Apa turis-turis ndak ada yang nawarin main-main ke prancis ? *dibayari, tentunya 😛

  5. Brondonh ? *ide yang bagus 🙂

    Hahahaha .. Ndak Malak .. Tapi ditawarin sama mereka, saking berterima kasihnya uda di pandu jalan-jalan 😛

  6. Hehehe 🙂
    ternyata benar Tourguide yang baik 🙂

    Kemarin borong buku yah ? Semalam juga uangku menghilang setengah setelah masuk Gramed ..
    *menyedihkan, padahal mau beli keyboard T.T

  7. I simply want to mention I am just all new to blogging and seriously enjoyed you’re blog. More than likely I’m going to bookmark your site . You surely have exceptional articles and reviews. Many thanks for revealing your web page.

  8. Mas Benn, kalau mau ke danau Tamblingan sebaiknya pagi2 atau siang? Sy rcn mau ke Bali, tujuan utama mau lihat 2 danau diatas. Tp msh bingung sebaiknya nginep di Kuta atau seputaran Bedugul. Sy mau hunting foto di Tamblingan. Minta ingonua ya mas. Tks sebelumnya. Salam, Sandra.

  9. Kalo saya pagi (g terlalu pagi banget) mungkin antara jam 9-10, kalo udh siang udh mulai rame jga jd g asik. kalo nginep di mana itu tergantung rutenya jg dari kemana mau ke mana.

  10. salam kenal Buncis, saya riady hoby trekking domisili ps Minggu Jkt. minggu depan saya ke Bali n rencana trekkin gke tmn nasional bali barat. sebelum ke tnbb saya pengin trekking ke danau tamblingan n buyan. pertanyaann : kalo dari arah Seminyak ke Tmblingan saya bagusnya parkir di desa mana ? perlu guide utk explore Tamblingan n Buyan ? ato bisa nyari penduduk selitar situ ? mhn info nya. riady- riadyb4@gmail.com

    • Salam kenal juga Riady. Untuk trekking di danau Tamblingan dan Buyan ada guide lokal (saat itu saya bayar 120rb kalo gag salah) di pos dekat tempat parkir kendaraan. Saya waktu itu 3 jam trekking terdiri dari 2 jam jalan kaki plus 1 jamnya saya buat naik perahu keliling danau sexan balik ke parkiran. Setahu saya persatuan guide di Bali lebih ketat jd terkadang kita memang diwajibkan memakai guide lokal.
      Saya waktu itu datang ke sana setelah dari Munduk, jadi saya ambil arah Bedugul trus parkir di Dasong. Kalo mau gampangnya syh misal nanya orang bilang aja mau trekking ke Dasong kalo misal susah cari tempatnya.

  11. terimakasih respondnya Nciis, sangat bermanfaat. Apakah ada pondokan di desa terdekat atau dalam kawasan hutan ? pikir kalo dtg sore2 nginap dulu lalu treking subuh sambil nikmati sunrise di Tamblingan atao Buyan.

    • Sama-sama. Wah sayangnya waktu itu pas saya trekking gag nginep daerah situ soalnya mau lanjut ke gunung batur, jadi kurang paham soal penginapan. Waktu itu saya dari munduk pagi2 trus trekking bis itu kelar sekitar siang menjelang sore.hehe

  12. Berkesempatan trekking di Tamblingan Buyan tgl 6/10 kemaren, startnya jam 9 pagi dari ds Gobleg menuju danau Bayan ditemani guide yg menjadi binaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali..Terkesan dengan panorama alam danay dan hutan yg asri , serta pohon2 bayan yg berumur puluhan bahkan ratusan tahun. sore jam 3-4 istirahat di hutan dekat pura diatas danau Tamblingan sambil nikmati alam..Jam 7 malam tiba kembali di pos Gobleg. Puass ampir seharian jalan di hutan. Lokasi trekking ini sayang dilewatkan jika berkunjung ke Bali..

    • Wah selamat! akhirnya bisa mampir ke sana juga. 1 hal yang saya kangenin banget di sana ya suasana hutan nan asri itu. Bikin betah berlama-lama. Baliknya naik perahu yang di danau itu gag? asik bgt lhoooh …

  13. Kami bertiga dengan guide terlalu asyik menikmati pemandangan danau sore hari, menjelang jam 4 sore Pura Tamblingan yg sepi di tengah hutan diatas danau kedatangan Pedanda beserta istri dan asistennya diikuti 4 ibu2 berpakaian warna warni siap melakukan upacara meminta berkat..mereka datang menumpang pedahu dari desa seberang . Kamipun ikut menikmati dari bale2 prosesi memohon berkat buat ibu2 yang ternyata datang dari Gianyar dan Klungkung dan baru pertama kali ke Tamblingan…suasananya khidmat bgt di tengah hutan..sampe lupa udah sore menjelang magrib dan hari da gelap.Lupa kalau mesti lanjutin perjalanan muter danau Tamblingan kembali ke camp..ga ada lagi pedahu malam2…

  14. Mba saya mau tanya,, kalo mau ke tamblingan.. Memamng harus menggunakan jalur trekking?? Saya ingin menghemat waktu,, ada rencana sy akan ke sana bulan okt.. Nah kebetulan saya liburnya hanya 2 hari.. Apa cukup bisa,,?? Banyak bgt saya pengen keliling pulau dewata.. Ket4 Ɣªήğ tinggi,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s