Skripsi Penuh Drama

Sudah pernah merasakan pengalaman bikin skripsi?Sudah pernah mencicipi pahit getirnya skripsi?. Orang bilang ujian yang sebenarnya itu bukan saat sidang skripsi, tapi malah pas proses bimbingannya. Kesabaran dan keteguhan hati kita benar-benar diuji saat itu. Kebayang kan ribetnya nunggu dosen, ngerevisi skripsi berulang-ulang kali, bimbingan yang kadang kena semprot dosen (untungnya untuk kasus ini saya belum pernah mengalami, semoga saja tidak.hehe), mengatur waktu dengan agenda lain, belum lagi ditambah rasa malas dan bergudang penghambat. Yahh…seribu alasan pun bisa dipakai kenapa gag lulus-lulus. Saya? Saya bisa saja memakai alasan kesibukan saya yang berjibun. Tapi saat ini bukan itu yang ingin saya sampaikan. Saya tidak ingin berkeluh kesah saat ini. Saya ingin berusaha menyemangati diri saya sendiri.

Bagi yang sudah pernah merasakan balada membuat skripsi pasti pernah merasakan diomelin ortu suruh cepet-cepet beres. Nah yang ini yang paling bikin mood ancur. Bun, Yah…anakmu ini juga tidak ingin berlama-lama, anakmu ini juga pengen cepet-cepet lulus. Tenang saja, saya tidak sedang terbuai dengan berleha-leha. Saya juga memikirkan skripsi saya, dan yang terpenting saya juga masih terus mengerjakan skripsi saya. Jadi, saya bukan hanya diam tanpa bertindak apa-apa. Yang saya sangat butuhkan adalah doa dan semangat dari kalian, itu saja sudah cukup.

Saya tidak perlu dikerasi untuk menyadarkan saya. Terima kasih untuk dukungan dan pemicu semangatnya yang kadang terasa bisa benar-benar menyemangati, dan terkadang juga malah menurunkan mood. Apapun itu terima kasih, semoga saya bisa segera wisuda dan bisa segera membalas segala kebaikan ayah bunda walaupun saya tahu itu tidak akan pernah cukup.

Oktober HARUS wisuda!

Mengutip dari salah satu film favorit saya, 5Cm,

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu… cuma…

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak berbuat dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja….Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya….Serta mulut yang akan selalu berdoa….

Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yg kamu mau kejarKamu taruh di sini jangan menempel di kening.Biarkan dia menggantung mengambang 5 centimeter di depan kening kamu Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.

Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak Bisa menyerah.Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri.

Kalo lo yakin sama sesuatu , lo taroh itu di sini (kening) , abis itu lo kerja keras .. semampu kamu.

Bon Courage! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s