Ratu Boko #RockOverIndonesia

Bonsoir!

Hello sweeties ! 😉

Vous allez bien ?

J’ai passé un  très bon moment à me balader au temple Ratu Boko. Après une ascension difficile en voiture, se trouve l’ensemble de Ratu Boko. C’est un site qui appartenait au roi. Il s’étale sur une grande superficie et sous une chaleur de plomb, il faut prévoir la crème solaire… Pas de marchands d’eau ou autre, mais à l’entrée, une boisson est inclue dans le prix du ticket. A partir de ce site, on a un superbe panorama sur le Mont Merapi, volcan toujours en activité.

stage 50

stage 49

Kraton Ratu Boko ou “palais du roi Boko” est le nom populaire d’un site archéologique situé sur un plateau à environ 3 kilomètres au sud du temple de Prambanan dans le centre de l’île de Java en Indonésie. La population locale lui a donné ce nom d’après Boko, un roi légendaire, père de la princesse Lara Jonggrang, dont les habitants de la région on donné le nom à la statue de Durga dans le principal sanctuaire de Prambanan.

IMG_5119

stage 43

IMG_5107

IMG_5109

IMG_5111

IMG_5098

IMG_5126

DSC08614

IMG_5145

IMG_5147

IMG_5095

stage 41

stage 42

 

 

It was so serene and peaceful 

Jurnal Syukur

Semua momen dalam kehidupan saya, setiap orang yang saya temui, semua perjalanan yang telah saya tempuh, setiap keberhasilan yang telah saya nikmati (sampai sejauh ini, masih banyak keberhasilan lain yang ingin saya capai dalam waktu mendatang), setiap kesalahan yang telah saya buat, setiap kerugian yang saya tanggung adalah bukan masalah. Saya tidak mengatakan bahwa itu semua baik atau terjadi karena suatu alasan, saya tidak menganut fatalisme dangkal tersebut, tetapi semua itu bukan masalah. Hal-hal tersebut … oke. Sepanjang menyangkut pengungkapan, cukup lemah, saya tahu. Oke bukanlah kebahagiaan sempurna, atau bahkan kebahagiaan. Oke bukanlah basis bagi agama baru atau gerakan menolong diri sendiri. Oke tidak akan membuat saya tampil di acara Oprah. Namun, oke adalah awal, dan saya berterimakasih atas hal itu.

stage 90

Saya teringat “Kata-Kata Orang Bijak” dalam mitologi Yunani dan Romawi. Ada nasihat untuk para pelancong:

Barang siapa pergi jauh, dia memerlukan kecerdasan.

Orang bodoh harus tinggal di rumah.

 

Dan untuk para peminum:

Semakin seseorang banyak minum, semakin sedikit yang diketahuinya, menjadi orang tolol.

 

Dan favorit saya adalah bagian ini:

Yang terbaik adalah menjadi setengah bijak,

Tidak terlalu bodoh dan terlalu pandai.

Orang pandai yang pengetahuannya dalam,

Jarang merasakan kebahagiaan di hatinya.

Manusia itu begitu kompleks, kadang kita mendefinisikan bahagia dari kacamata orang lain, mendefinisikan cinta dari kata kata mayoritas. Dan, setelah waktu bergulir panjang akhirnya kesadaran itu baru timbul. Banyak hal hal kecil yang tidak kita syukuri namun membawa kebahagiaan.

Tidak perlu memutar otak, cukup hitung apa yang anda miliki hingga saat ini, berapa kali anda beruntung bulan kemarin, tidak mungkin jumlahnya nol. Bahagia itu sederhana namun kompleks. Sederhana karena hal hal kecil yang luput dari daftar mimpi besar anda adalah yang sebenarnya membawa kebahagian, kompleks karena rumus bahagia setiap orang berbeda seperti DNA kita yang unik.

Bukan berarti kita tidak boleh punya mimpi besar, namun diselang mimpi kita harus terus sadar, ada waktu bangun, terjaga dan mensyukuri apa yang kita miliki.

Jadi, tulis rumus bahagia anda, it’s you who define, no one else.

 

Travel Quotes

Kawah Ijen, Indonesia“My country is the world, and my religion is to do good.” – Thomas Paine

“The more I travel, the more I realize I don’t know much. The world feels bigger and bigger. There are more and more stuff to discover.” – DuaRansel

“A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.” – Lao Tzu

“Follow your heart, guided by your conscience. Neither follow trends, nor avoid trends for the sake of being unique.” – DuaRansel

“I think your travels get better when you stop showcasing your journey to others and begin to live it, quietly and joyfully.” – RolfPotts

“If you reject the food, ignore the customs, fear the religion and avoid the people, you might better stay at home.” – James Michener

“The traveler sees what he sees, the tourist sees what he has come to see.” – G.K. Chesterton

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do.” – Mark Twain

“God created a huge, beautiful, amazing world for us to explore. A lifetime is not enough to see it all.”  – DuaRansel

“Travel is not a contest. It’s not about who’s been to more countries, or speaks more languages, or has logged more days in uncomfortable places. It’s not about the number of “flags” you’ve collected or the world records you’ve broken or the world heritage sites you’ve ticked off of your list.” Jennifer Miller

L’Art du Batik

Batik, siapa yang tak mengenalnya?

Pesonanya bahkan terkenal seantero dunia. Patutlah kita Bangsa Indonesia bangga akan kekayaan kita yang satu itu. Mungkin semua orang sudah tahu ya bagaimana proses batik itu dibuat. Saya syh sudah tahu, tapi baru pertama kali melihat prosesnya secara langsung secara lebih dekat saat kunjungan saya ke Yogyakarta. Saat itu setelah saya berkunjung ke Taman Sari, saya langsung meluncur ke sentra pembuatan batik. Lebih tepatnya syh toko yang menjual aneka batik yang membuka juga sesi melihat proses pembuatan batik secara langsung di pabriknya. Tapi…dudul banget saya lupa mencatat nama tokonya ya, pokoknya gag jauh-jauh dari area Taman Sari kok.

Sebuah batik mempunyai cerita yang panjang. Mulai dari proses pemilihan bahan pewarna yang tentunya bahan alami sampai proses pewarnaannya.

Le batik, du javanais titik (point),  est une technique  d’impression des étoffes. En Indonésie l’art du batik se transmet de génération en génération. Il  participe de l’identité culturelle, au travers des significations symboliques de ses couleurs et dessins. A ce titre est a été inscrit par l’Unesco au patrimoine immatériel de l’humanité. Un musée lui est consacré à Pekalongan, la Cité du Batik.

Bahan pewarna alami untuk batik

Bahan pewarna alami untuk batik

stage 20

Faire le motif de base sur un tissu blanc avec un crayon

Faire le motif de base sur un tissu blanc avec un crayon

stage 22

stage 30

stage 27

En fait, il y a deux types de fabrication du batik; la fabrication du batik à la main et la fabrication du batik imprimé.

La fabrication du batik à la main.

La fabrication du batik à la main.

La Fabrication du Batik à La Main

  1. Faire le motif de base sur un tissu blanc avec un crayon.
  2. Faire ce premier motif avec la cire suivant la ligne faite au crayon sur les deux côtes du tissu.
  3. Remplir certaines parties, des petits points de lignes et couvrir avec la cire aux larges parties.
  4. Couvrir de cire les parties que l’on veut tenir blanche jusqu’à la fin.
  5. Le plonger dans la première teinture de base.
  6. Couvrir ces parties avec la cire.
  7. Plonger dans la deuxième teinture.
  8. Plonger dans l’eau bouillante pour enlever toute la cire.
  9. Recouvrir le premier motif de base de points et couvrir les parties.
  10. Couvrir les parties teintées pour ne pas les mélanger avec les teintures suivantes.
  11. Plonger le tissu dans la dernière teinture.
  12. Remettre le tissu dans l’eau bouillante pour enlever toute la cire et le batik est fini !
La fabrication du batik imprimé.

La fabrication du batik imprimé.

La Fabrication du Batik Imprimé

  1. Imprimer les cadres du motif sur les deux faces du tissu avec un tampon special.
  2. Imprimer le motif de base sur les deux faces du tissu avec des tampon à cire.
  3. Couvrir avec des tampons de cire les parties qui doivent rester blanches jusqu’à la fin.
  4. Plonger le tissu imprimé dans la teinture de base.
  5. Enlever la cire sur les parties qui doivent avoir d’autres couleurs.
  6. Couvrir la couleur de base pour la proteger contre les teintures suivantes.
  7. Plonger le tissu dans la dernière teinture.
  8. Remettre le tissu dans l’eau bouillante pour enlever toute la cire et le batik est fini.

stage 25

Les Tampons

Les Tampons

La cire

La cire

stage 32

stage 33

stage 31

stage 34

Niatnya setelah melihat proses pembuatan batik pengen beli juga kainnya, tapi berhubung harga yang dipatok di toko ini relatif mahal saya jadi mengurungkan niat. Wajar syh berhubung tempat ini memang lebih ditujukan untuk wisatawan mancanegara.

Bertambah lagi satu ilmu saya! Sungguh perjalanan yang tidak hanya senang-senang doank, tapi bisa lebih mencoba menyelami khasanah budaya bangsa juga. PROUD TO BE INDONESIAN!

Trekking dari Punthuk Setumbu #RockOverIndonesia

Untung pagi ini saya iseng utik-utik draft yang berantakan, dan ternyata ada draft yang sudah lamaaaaa sekali ingin saya posting. Walaupun tanggalnya udah basi tahun kemarin, tapi semoga saja isinya masih bisa dinikmati yah. 🙂

Ini adalah review perjalanan saya di Punthuk Setumbu. Mungkin belum banyak yang tahu ya karena memang lebih populer di kalangan wisatawan mancanegara. Tempat ini tepatnya berada di Magelang, lebih tepatnya lagi di Desa Karangrejo, Jawa Tengah. Saya sendiri memulai perjalanan dari Yogyakarta pagi-pagi sekali agar bisa melihat sunrise dengan view Candi Borobudur dan sekitarnya. Do you know? Punthuk Setumbu merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan Borobudur Sunrise dari ketinggian 400 m dpl.

Berangkat dari hotel di Yogyakarta.

Berangkat dari hotel di Yogyakarta.

Sampai di sana kira-kira pukul setengah 5 pagi, dan pendakian pun dimulai….

Bagi yang tidak terbiasa mendaki gunung mungkin agak sedikit kaget dengan jalurnya yang terus menanjak. Tapi tenang saja level kesulitannya masih tergolong mudah kok. Jalan setapak yang terjal menembus kegelapan ditemani suara-suara binatang yang saya tak tahu itu apa. Kabut dan dingin menjadi teman setia.

Singkat cerita akhirnya saya sampai di puncak juga. Wah asik sekali ternyata dapat menyeduh teh/kopi yang diberikan oleh petugas. Dan…ada gardu pandang yang hampir seperti rumah pohon gitu deh. Awawawaw…jadi pengen manjat tapi udah keduluan dipake orang. 😦

Wisata Alam Punthuk Setumbu

Wisata Alam Punthuk Setumbu

Akhirnya saya mojok aja deh di pinggir bukit yang dibatasi pagar dari bambu sambil menunggu detik-detik kemunculan sunrise.

Beatiful corner

Beatiful corner

Sebenarnya agak sedih karena tidak bisa mengabadikan momen-momen ajaib ini dengan kamera lantaran masalah teknis. Alhasil pake hape aja deh daripada gag ada kenang-kenangan sama sekali. Janji deh next time kalo ke sini lagi kudu jauh lebih siap!.

stage 59

Berhubung nuansa magis dari Candi Borobudur yang berselimut kabut tidak bisa saya tangkap lantaran masalah teknis, akhirnya saya fokus memotret pemandangan lain. Huks 😦

stage 62

stage 65

stage 66

stage 67

stage 69

stage 71

stage 74

stage 76

stage 78

stage 79

stage 82

stage 86

Nah kalo pengen liat sebenernya foto yang saya incer itu pemandangannya seperti apa, liat saja video di bawah yang terdapat di iklan You C1000….cekidot!

 

Wish You Were Here

This morning, I stumbled upon a beautiful song called Wish You Were Here by Blackmore’s Night, posted by a friend. It brought back all the sweet thoughts I had that day, one Sunday afternoon, when I was dipping my toes in the cold water, secretly thinking about you and wondering how perfect it would be if you were here with me. To my surprise, I found more songs with the title Wish You Were Here, and they are all so bewitching, I couldn’t help but share it here. From the sweetest tones to the rockin’ style, old and new, upbeat and classic, you’ll be amazed by these:

1. Wish You Were Here by Blackmore’s Night

2. Wish You Were Here by Endah & Rhesa

3. Wish You Were Here by Avril Lavigne

4. Wish You Were Here by The Sounds

5. Wish You Were Here by Ryan Adams

6. Wish You Were Here by Incubus

7. Wish You Were Here – Pink Floyd

8. Wish You Were Here – Bliss [Buddha Bar version]

9. Wish You Were Here – Mark Wills

10. Wish You Were Here – Eddie Fisher

11. Wish You Were Here by Fleetwood Mac

12. Wish You Were Here by Stefani Germanotta

So..what do you think?

Qu’est-ce Que Je Trouve Passionnant Dans Ma Vie Actuelle?

Qu’est-ce que je trouve passionnant dans ma vie actuelle?

1. Lire

happiness is.

J’adore lire le livre. Je ne peux pas imaginer de vivre sans lire. C’est comme respirer. Je crois que le livre est une partie vitale de processus d’autoconnaissance. Moi, je m’intéresse au livre de la littérature. Je pense que la littérature m’a fait beaucoup de bien, elle m’a fait aidé à me retrouver et à me justifier, à savoir quel genre d’individu je suis, ce que je fais dans cette société et quelles sont mes responsabilités. Je lis pour n’est pas oublie ce qu’il y a de plus important au monde : c’est d’amitié, d’amour, de sagesse, d’art etc. je lis pour être heureuse et être meilleure.

2. Voyager

The Journey

Se déplacer pour rencontrer. Voir de beaux paysages est un aspect important dans un voyage, mais ce qui vous laissera des souvenirs impérissables, ce sont les jolies rencontres que vous ferez. Cela fait d’ailleurs partie des premières choses que l’on raconte à notre retour car chaque rencontre est à la fois unique et enrichissante. Que ce soit une amitié ou une arnaque, on a tissé un lien avec la personne. Et plus on se déplace au sein d’un pays, plus on a la possibilité de rencontrer des gens différents !

3. Mon Blog

Ce blog a vu le jour en 2012 par goût immodéré pour l’écriture et parce que j’avais envie d’échanger, partager, communiquer. Cela m’a permis aussi de plonger avec délice dans le web. Depuis je partage sur L’Amour du Ciel tout ce que j’aime dans la vie –les voyages – et mes coups de coeur.

4. Roller Acrobatique (Slalom)

My favorite skater girl :)

My favorite skater girl 🙂

Depuis toujours j’ai une passion:le roller. C’est quoi?

-Le slalom figure se réalise sur surface plane avec deux rangées de 20 plots (espacés de 50 cm sur la première rangée et espacés de 80 cm sur la deuxième rangée) et une rangée de 14 plots (espacés de 120 centimètres). Il faut éviter les plots en marche avant, en arrière, sur le côté, sur une ou plusieurs roues pendant 90 secondes avec de la musique.

-Le slalom vitesse : deux patineurs doivent s’affronter sur une rangée de 20 plots d’un espacement de 80 cm sur chaque rangée. Le vainqueur est le plus rapide et qui ne touche pas les plots (pénalités).

Voilà c’est tous ! 😀

Monolingual VS Bilingual

Are two languages better than one?

Is it ‘better’ to speak one language or two – or even several?

Mungkin itu pertanyaan yang sering muncul di benak kita. Terlebih di era globalisasi seperti sekarang yang semuanya serba cepat, kalau kita tidak mampu beradaptasi bisa-bisa tersingkir di arus persaingan global.

Seperti kebanyakan siswa di Indonesia, saya mulai mengenal bahasa asing di kelas 5 SD yaitu bahasa Inggris. Mungkin kalau anak zaman sekarang malah belajar bahasa Inggris sudah lebih awal dibandingkan saya. Itulah bahasa asing pertama yang saya pelajari dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Itu juga salah satu mata pelajaran favorit saya di sekolah, sehingga tak heran dulu saya selalu mendapat nilai bagus dalam mata pelajaran ini. Sampai akhirnya tiba memasuki jenjang kuliah, saya dihadapkan pada keputusan sulit untuk memilih jurusan apa yang akan saya ambil. Bahasa Inggris dan biologi adalah pilihan saya yang terlintas pertama kali. Tapi setelah saya pikir-pikir rasanya saya bosan belajar materi IPA terus walaupun saya dulu jurusan IPA. Rasanya saya ingin mencoba sesuatu yang baru di luar track saya yang sewajarnya. Sampai akhirnya saya memasukkan bahasa prancis sebagai pilihan kedua saya. Coba tebak pada akhirnya saya diterima di jurusan apa?BAHASA PRANCIS!. Perasaan saya waktu itu ‘ngambang’,malah cenderung biasa aja. Sedih gag, seneng juga gag. Saya akan mempelajari bahasa yang belum pernah saya pelajari sebelumnya, bahasa yang benar-benar baru, dan bahkan saya belum dapat gambaran seperti apa bahasa tersebut. Apakah saya mampu?Karena saya dengar dari banyak orang ini adalah bahasa yang sulit. ‘Oke mari kita coba dulu’, begitu pemikiran saya waktu itu.

Guess what! Saya menikmati sekaliiiiiii belajar bahasa Prancis! Susah? emang! Tapi lebih dari itu semua, rasanya puas bisa belajar bahasa yang gag semua orang bisa. Kalau bahasa Inggris pasti udah banyak banget yang jago. Tapi kalau bahasa Prancis? Yang jago ma yang enggak jelas kelihatan bedanya.

Sebenarnya apa syh keuntungan mempelajari bahasa Prancis?

Mengapa berbicara bahasa Prancis?

Mengapa berbicara bahasa Prancis?

See? Banyak kan keuntungan belajar bahasa Perancis yang terangkum dalam gambar di atas. Gag mudeng artinya? Oke deh saya terjemahin versi gampangnya aja ya. ehem *benerin poni*

1. Do you know guys? ada 300 juta orang berbicara bahasa Prancis di seluruh dunia! WOW!
2. Pada tahun 2050 nanti, di seluruh dunia diperkirakan bakalan ada 600 juta orang berbicara bahasa Prancis.
3. 33 negara menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa resminya lho.
4. Bahasa Prancis adalah bahasa yang paling banyak diajarkan setelah bahasa inggris guys. Wanna try?
5. Bahasa Prancis adalah salah satu dari dua bahasa resmi yang dipakai di pertandingan olimpiade.
6. Dengan mempelajari bahasa Prancis, akan mempermudah kita dalam karir mengajar, karir diplomat, penelitian dan perjalanan.
7. Seni, masakan, fashion, cinta, adalah subjek-sunjek yang erat sekali dengan bahasa Prancis.
8. Bahasa Prancis adalah bahasa kedua yang paling sering digunakan di internet.
9. Bahasa Prancis adalah satu-satunya bahasa, di luar bahasa Inggris, yang dibicarakan di 5 benua.
10. 116 juta pelajar mempelajari bahasa Prancis di seluruh dunia!

Tuh kan banyak banget ternyata orang yang bisa berbicara bahasa Prancis. Tentunya gag ada ruginya belajar bahasa asing kedua selain bahasa Inggris lho. Masih kurang lagi alasannya? Nyh cek aja di bawah.

Alasan belajar bahasa Prancis

Alasan belajar bahasa Prancis

Untuk memperkuat pendapat saya mengapa kemampuan bilingual itu penting, saya pun mencari berbagai informasi yang mendukung pendapat saya itu. Salah satunya saya temukan sebuah data yang berhasil dihimpun oleh Technovate Translation yang ditinjau dari berbagai sisi. Berikut penjelasannya:

YOUTH
Who would win in a showing match: bilingual kids or monolingual kids? They’ll both yell your ear off: their global numbers are about equal.
In the US, 79% of children ages 5-17 only spoke English at home (2009). That means 21% of US children spoke a different or additional language. Bilingual children may have increased focus/attention compared to monolingual children – much to the delight of parents and teachers everywhere!

EDUCATION
Do educators wish bilingual students would speak up or pipe down? Depends on where they live!
 In Belgium, Dutch, monolingualism is strongly enforced in schools – conversing in other languages is actually formally reprimanded.
 In 68% of studied EU countries, over 3 in 4 university students were learning 2+ languages.
 By 2014, the UK will require instruction in French, Spanish, German, Mandarin, Latin, or Greek by age 7.
 In 2009-2010 only 50,7% of US universities required foreign language study for an undergrade degree. Down from 67,5% in 1994-1995. Only 8,6% of total college enrollments include modern language course enrollments.

VOCABULARY
Who has a bigger lexicon per language?
Single speakers have the early lead…but bilingualists may surprise you later.
Here’s an area where monolinguals (usually) have the advantage:
 Wider vocabulary – and faster accumulation of vocabulary in all languages.
 Increased word retrieved rate.
 Better letter fluency (ability to provide words based on a letter cue).
“Code switching” or mixing words from multiple languages in speech, may delay bilingual children’s rate of vocabulary acquisition. However, they can adapt to different strategies and learn multiple rules at once better than monolingual children – and easily catch up on vocabulary later.

MENTAL/HEALTH BENEFITS
it might make you feel pretty darn smart, but can knowing multiple languages really improve your health? Yes really!
 Aside the aforementioned vocabulary advantage, there are no known/acknowledge cognitive or health benefits to monolingualism.
 Bilingual immigrants are healthier both mentally and physically than those who only speak their native language.
 Bilinguals ar often found to be: MORE ACTIVE, BETTER COMPLEX PROBLEM-SOLVERS, and BETTER PLANNERS.
 Bilingualism may slow aging of the brain: one study showed dementia occurred about 4 years earlier in monolinguals than bilinguals.

LOCATION
Most countries just speak their native language, right? And they only have one of those, right? WRONG! Countries with just one language are way in the minority.
 Only a handful of countries have just 1 indigenous language (as of 2009): Vatican State, North Korea, Bermuda, Falkland Islands, Cayman Islands, Saint Helena, Maldives, and British Indian Ocean Territory.
 Only 1% of Americans can speak a language other than English, compared to 53% of Europeans; 95% of Luxembourgers can speak two or more languages, 99% of Latvians can!.
 Most linguistically diverse country: Papua New Guinea 830 indigenous languages (and no immigrant languages).

OCCUPATION
Is it better to conversewith international clients yourself, or use a translator? Actually, it might be best to just be a translator.
The vocabulary advantages of monolingualism could shine in the workplace, but…30% of US economy involves international trade. Bilingualism results in about a 2,8% increase in hourly wages.
2010-2020: translation/interpreter jobs are projected to increase 42% – significantly faster than the average occupation.

OVERALL
Bilingual lead the way in international business, creativity, problem-solving, and in some cases, even health. But monolinguals do have that larger vocabulary and faster retrieved, which can give them the advantage in a time crunch.

Wohooo banyak sekali ya ternyata bisa memiliki kemampuan bahasa lebih dari satu!

Nah sebenarnya nyh mau belajar bahasa apa saja boleh kok, gag harus bahasa Prancis. Masih banyak bahasa asing yang menarik untuk dipelajari, misalnya saja bahasa Jerman, Jepang, Mandarin, Spanyol atau Arab. Tinggal sesuaikan saja dengan minat dan kebutuhan.

Gimana makin tertarik untuk belajar bahasa asing gag? Atau bagi yang sudah dan sedang mempelajarinya jadi makin semangat gag buat belajar? Hehe..mumpung masih muda dan otak masih belum lemot-lemot amat rasanya gag ada ruginya ya buat belajar. Siapa tahu nantinya ini akan menjadi jalan rezeki kita atau bahkan membawa kita pada kesempatan-kesempatan baru yang gag kita duga!

What I’ve Learned From Travel

Jujur saja saya sendiri masih bingung apakah perjalanan sepanjang tahun 2012 kemarin benar-benar bisa saya sebut ‘traveling’. Hal itu tak lain dan tak bukan lantaran saya melakukan traveling sambil bekerja menjadi guide untuk turis berbahasa Prancis. Namun pekerjaan saya sebagai guide kala itu jauh lebih berat karena saya bekerja untuk perusahaan yang fokus di trekking menjelajah alam dan mendaki gunung. Bayangkan tubuh saya yang kecil mungil unyu unyu ini naik turun gunung! Pasti banyak yang gag percaya deh!wkwkwk..Memang saya menikmati perjalanan yang saya lakukan walaupun ada tanggungan embel-embel pekerjaan. Terlebih bekerja dengan atasan orang ekspatriat semua pastilah berbeda kulturnya. Berat?Hmm..gag juga syh, cuma susah-susah gampang. Toh saya dibayar dengan gaji yang besar untuk ukuran mahasiswa, belum lagi kalau dapat tips.hehe…kapan lagi bisa jalan-jalan gratis, malah dibayar pula! Apalagi kantornya di Yogyakarta, kota yang tidak terlalu jauh dari domisili asal saya di Semarang, salah satu kota yang saya yakin tidak akan membuat saya bosan. I’m so lucky!

bale 59

Yah..namanya juga bawa tamu, kadang kita harus melayani apa keinginan mereka dan harus stand by kalau-kalau mereka membutuhkan kita. Bahasa kerennya syh ada kode etik sebagai guide yang harus saya jaga. Tapi saya rasa justru karena hal itu perjalanan saya terasa jauh lebih berkesan. I’ve learned more from travel or from the people that do, than I ever did in a classroom!.

I became more independent, learned how it feels to be «alone». I learned so much more about myself, my inner self. Ahahahaha. Aaaand I learned how to get in contact with new people and how to make new friendships. I also learned the importance of family. Aaaaaand I became more «open-minded» and I decided that prejudices are STUPID! I feel like I got a whole new look at my own life, myself, the world and people around me. AND I became so much more curious!
I could think of many reasons why I travel; learn how others live, experience new cultures and foods and get away from the familiary. I think the main reason why I travel though, is that its the only time that I really live in the moment. When I am “home” (wherever that is!) I am thinking in the past, or planning the future. When I travel I am in the now.

Apakah terlalu terlambat saya menuliskan ini? Bagi saya tidak, mengingat makin menjamurnya traveling dan travel blogger. Paling tidak ini menjadi “alarm” bagi saya pribadi kenapa saya melakukan sebuah perjalanan. Kalau dulu orientasi saya traveling adalah destinasinya, namun kini ada yang jauh lebih penting, yaitu proses selama perjalanan, seberapa banyak hal yang bisa saya pelajari selama perjalanan, dan destinasi itu adalah bonus. I realized what really made me going; it was finding the similarities and differences among all of us. Namun begitu tetap saja destinasi tak saya hapus dari daftar pertimbangan melakukan traveling.
We are all same, and different. That makes the world interesting. For me.

Yes, so that makes me travel and wander.

What about you, what makes you to travel?

Secuil Tulisanku Yang Tercecer

Tak sengaja menemukan tulisan ini yang saya tulis saat saya semester 6. Membaca tulisan ini mengingatkan akan takdir yang membawa saya mempelajari bahasa Prancis, bahasa asing yang saya tekuni selama kuliah.

Je voudrais me présenter, je m’appelle Heni Eka Sari. J’ai 20 ans. J’habite à Semarang avec mes parents et mon petit frère. Je suis au sixième semestre du programme de l’enseignement du français à l’Université d’état de Semarang. J’ai choisi la langue française parce que je m’intéresse à l’apprendre. Pour moi, personnellement le français est une très belle langue. D’après moi, pour l’apprendre on a besoin de la minutie. Je rencontre souvent des difficultés à parler, mais je ne veux pas mes désesperer. Je travaille dûr afin que je puisse obtenir une bourse d’étude. Je voudrais finir mes études le plus vite possible. Quand j’aurai fini mes études, je m’inscrirai à l’examen du candidateur de fonctionnaire ou bien aux entreprises française. Mais parfois j’imagine travailler au département des affaires étranger, ça doit être difficile parce que la selectionne est stricte.
Moi, j’aime écrire dans mon blog. Par l’écriture, je cherche à découvrir comment je dois vivre. Je suis libre de penser et d’écrire ce que je veux. J’écris parce que c’est la seul façon que j’aie d’apprendre des choses sur moi-même, et grâce à cette connaisance, de comprendre le monde qui m’entoure.
Quand j’aurai mes 24 ans, je voudrais me marier avec quelqu’un que j’aime. Le mari idéal pour moi…il faut qu’on puisse faire confiance, qu’il soit honnête et fidèle. Il faudrait aussi qu’il fasse rire et qu’on puisse s’amuser avec lui. Il ne faut pas nécessairement avoir les mêmes gôuts mais on doit s’entendre.

Itulah secuil tulisan saya yang tak sengaja saya temukan di sela-sela buku. Yakin banget deh masih banyak tulisan saya yang tercecer lantaran si empunya kamarnya berantakan abis kayak kapal pecah. hehe