Plato: Tentang Lelaki dan Perempuan

platoMalam ini ijinkan saya berbicara tentang Adam dan Hawa. Saya sendiri bingung apakah pembahasan saya ini tergolong dalam urusan asmara atau bukan. Jujur saja, saya bukanlah orang yang pandai dalam urusan cinta walaupun saat ini menjalin hubungan serius dengan pasangan saya. Saya pun masih dalam tahap belajar untuk memahami apa itu cinta. Ahh…sudahlah. Terserah pembaca saja akan menganggap tulisan saya ini bertema apa.

Menurut Plato, pada awal penciptaan dahulu, lelaki dan perempuan tidak seperti yang kita lihat sekarang ini; ketika itu hanya ada satu jenis manusia yang tubuhnya agak pendek, dengan batang tubuh dan leher, namun kepalanya memiliki dua wajah yang memandang ke dua arah berbeda. Bentuknya mirip dua mahluk yang punggungnya saling direkatkan, keduanya memiliki alat kelamin sendiri-sendiri, punya empat kaki dan empat lengan.

Tapi para dewa Yunani menjadi cemburu karena makhluk tersebut punya empat lengan yang memungkinkan  mereka bekerja lebih keras, dan punya dua wajah yang membuat mereka selalu waspada dan tak mungkin lengah; dan keempat kakinya memungkinkan dia berdiri atau menempuh perjalanan panjang tanpa merasa lelah. Dan yang lebih membahayakan adalah fakta bahwa makhluk itu memiliki dua organ kelamin, sehingga dia tak memerlukan pasangan untuk bereproduksi.

Zeus, dewa penguasa Olympus, berkata: “Aku punya rencana u tuk membuat makhluk manusia itu kehilangan sebagian kekuatan mereka.”

Dan dengan cambukan kilat, dipotongnya makhluk itu menjadi dua bagian, maka terciptalah lelaki dan perempuan. Pemisahan mereka telah meningkatkan penghuni dunia, namun pada saat yang sama juga menyebabkan manusia kacau dan lemah, karena mereka harus mencari separuh dirinya yang hilang, dan memeluknya lagi. Dan setiap kali mereka memeluk separuh bagiannya yang hilang itu, kekuatan mereka akan pulih lagi, begitu pula kemampuan mereka untuk mencegah terjadinya pengkhianatan serta menjaga stamina untuk menempuh perjalanan panjang dan menjalani kerja keras. Perbuatan manusia yang saling memeluk dan menyatu kembali itulah yang kita sebut seks atau persetubuhan.

Begitulah menurut Plato, filsuf besar Yunani itu.

 

NB: Kenapa saya menulis ini? karena saya suka mitologi Yunani, di mana mitologi Yunani adalah salah satu mata kuliah yang ada di Jurusan saya. Mungkin kita sudah sering mendengar tentang Adam dan Hawa yang versi tulang rusuk. Maka dari itu saya ingin menuliskan bahwa ada pula versi lain tentang penciptaan Adam dan Hawa. Ini bukan soal agama atau apalah, hanya sesuatu yang ingin saya share karena menurut saya cerita ini menarik. chauuuw!

Advertisements

2 thoughts on “Plato: Tentang Lelaki dan Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s