What I’ve Learned From Travel

Jujur saja saya sendiri masih bingung apakah perjalanan sepanjang tahun 2012 kemarin benar-benar bisa saya sebut ‘traveling’. Hal itu tak lain dan tak bukan lantaran saya melakukan traveling sambil bekerja menjadi guide untuk turis berbahasa Prancis. Namun pekerjaan saya sebagai guide kala itu jauh lebih berat karena saya bekerja untuk perusahaan yang fokus di trekking menjelajah alam dan mendaki gunung. Bayangkan tubuh saya yang kecil mungil unyu unyu ini naik turun gunung! Pasti banyak yang gag percaya deh!wkwkwk..Memang saya menikmati perjalanan yang saya lakukan walaupun ada tanggungan embel-embel pekerjaan. Terlebih bekerja dengan atasan orang ekspatriat semua pastilah berbeda kulturnya. Berat?Hmm..gag juga syh, cuma susah-susah gampang. Toh saya dibayar dengan gaji yang besar untuk ukuran mahasiswa, belum lagi kalau dapat tips.hehe…kapan lagi bisa jalan-jalan gratis, malah dibayar pula! Apalagi kantornya di Yogyakarta, kota yang tidak terlalu jauh dari domisili asal saya di Semarang, salah satu kota yang saya yakin tidak akan membuat saya bosan. I’m so lucky!

bale 59

Yah..namanya juga bawa tamu, kadang kita harus melayani apa keinginan mereka dan harus stand by kalau-kalau mereka membutuhkan kita. Bahasa kerennya syh ada kode etik sebagai guide yang harus saya jaga. Tapi saya rasa justru karena hal itu perjalanan saya terasa jauh lebih berkesan. I’ve learned more from travel or from the people that do, than I ever did in a classroom!.

I became more independent, learned how it feels to be «alone». I learned so much more about myself, my inner self. Ahahahaha. Aaaand I learned how to get in contact with new people and how to make new friendships. I also learned the importance of family. Aaaaaand I became more «open-minded» and I decided that prejudices are STUPID! I feel like I got a whole new look at my own life, myself, the world and people around me. AND I became so much more curious!
I could think of many reasons why I travel; learn how others live, experience new cultures and foods and get away from the familiary. I think the main reason why I travel though, is that its the only time that I really live in the moment. When I am “home” (wherever that is!) I am thinking in the past, or planning the future. When I travel I am in the now.

Apakah terlalu terlambat saya menuliskan ini? Bagi saya tidak, mengingat makin menjamurnya traveling dan travel blogger. Paling tidak ini menjadi “alarm” bagi saya pribadi kenapa saya melakukan sebuah perjalanan. Kalau dulu orientasi saya traveling adalah destinasinya, namun kini ada yang jauh lebih penting, yaitu proses selama perjalanan, seberapa banyak hal yang bisa saya pelajari selama perjalanan, dan destinasi itu adalah bonus. I realized what really made me going; it was finding the similarities and differences among all of us. Namun begitu tetap saja destinasi tak saya hapus dari daftar pertimbangan melakukan traveling.
We are all same, and different. That makes the world interesting. For me.

Yes, so that makes me travel and wander.

What about you, what makes you to travel?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s