Generation Y?

Apakah kamu salah satu dari Generation Y?

Video berikut ini mungkin bisa memberikan sedikit gambaran mengenai Generation Y.

Bagi kamu yang lahir antara 1977-1997 (The Echo of the Baby Boom) bisa dikatakan masuk dalam Generasi Y, dan ternyata saya termasuk dalam Generasi Y juga. Entah kenapa saya tertarik untuk membahas ini, mungkin karena hal ini amat sangat dekat lingkungan sekitar saya. Salah satu ciri utama dari Generasi Y yang ada di sekitar saya adalah melek teknologi, sangat akrab dengan internet (How would Generation Y Cope with Work without the Internet? Generation Y grew up with the Internet. What skills would they have to learn if it were all to disappear?LOL), memiliki ambisi yang tinggi dan juga mengenyam pendidikan paling tinggi di antara generasi yang lain. 

Source: Pinterest

Source: Pinterest

Semakin penasaran dengan fenomena ini akhirnya saya tersesat di situs About.com yang memberikan penjelasan lebih rinci tentang hal ini. Inilah karakter dari Generation Y, apakah salah satunya ada pada Anda?

# Tech-Savvy alias Melek Teknologi
Generasi Y tumbuh dengan teknologi dan bergantung padanya untuk melakukan pekerjaan mereka lebih baik.Berbekal BlackBerry, laptop, ponsel dan gadget lainnya. Generasi Y terhubung hampir 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Generasi ini lebih suka berkomunikasi melalui e-mail dan pesan teks daripada kontak tatap muka dan memilih webinar dan teknologi online untuk presentasi berbasis kuliah. – Ok sepertinya karakter pertama sudah jelas ada pada diri saya. Tak bisa saya pungkiri bahwa saya sangat bergantung sekali dengan internet. Namun begitu saya terus berusaha untuk membatasi diri saya agar jangan sampai internet yang menguasai saya, tapi SAYAlah yang harus menguasai internet.
#  Family-Centric atau Berpusat Pada Keluarga
Generasi Y bersedia untuk membayar tinggi untuk sedikit jam yang hilang, jadwal yang fleksibel dankeseimbangan kerja/hidup yang lebih baik. Sementara generasi tua dapat melihat sikap ini sebagai narsis atau kurang komitmen tetapi disiplin. Generasi Y profesional memiliki visi yang berbeda dalam hal pekerjaandan memprioritaskan keluarga selama bekerja. – Bagi saya pribadi, keluarga adalah nomor satu. Untuk itu dalam urusan kerja saya lebih menyukai pekerjaan yang tidak harus berada di balik meja. Saya orang yang cenderung bekerja di lapangan, sehingga bagi saya selama pekerjaan itu dapat saya selesaikan dengan baik dan tepat waktu pengennya syh pihak yang mempekerjakan saya juga tidak memberi kewajiban harus berada di kantor. Mungkinkah ada yang seperti saya juga?
 # Achievement-Oriented Alias Berambisi pada Prestasi
Dipelihara dan dimanjakan oleh orang tua yang tidak ingin membuat kesalahan generasi sebelumnya,Generasi Y adalah tipe generasi percaya diri, ambisius dan berorientasi prestasi. Mereka memiliki harapan yang tinggi dalam dunia kerja, mencari tantangan baru dan tidak takut kepada otoritas pertanyaan. GenerasiY menginginkan pekerjaan yang berarti dan padat. – OOOhhh ini saya bangeeet! Bukan pertama kalinya saya dicap ambisius lah, percaya diri tinggi lah, pokoknya maunya banyaaaak deh. Saya selalu pengen bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan dan berharga. Yang ada di otak saya tiap kali mau tidur adalah “Sudahhkah saya memberikan yang terbaik?”, “Apakah saya jauh lebih baik dari kemarin?” dsb.
# Team-Oriented alias Sangat Beorientasi pada Sebuah Team kerjasama
Sejak anak-anak, Generasi Y berpartisipasi dalam tim olahraga, kelompok bermain dan kegiatan kelompok lainnya. Mereka menghargai kerja tim dan mencari masukan dan penegasan dari orang lain. Generasi Y adalah tipe setia, berkomitmen dan ingin terlibat. dalam sebuah ide dan proyek serta memecahkan masalah. – Hmmm… sepertinya untuk yang satu ini tak perlu penjelasan banyak. Artinya adalah saya sudah makan asam garam untuk urusan beginian.
# Attention-Carving alias Haus Perhatian
Generasi Y haus perhatian dalam bentuk umpan balik dan bimbingan. Mereka menghargai yang ada disekitar mereka dan sering memerlukan pujian dan keyakinan. Generasi Y sering mencari mentor yang dapat membantu membimbing dan mengembangkan karir muda mereka. – Apakah saya haus perhatian? Sepertinya iya.
# Peduli Lingkungan Sekitar dan Kesehatan Mereka
Generasi Y adalah tipikal orang yang berjiwa sosial dan peduli dengan lingkungan sekitar. Mendukung Green Earth dan Save The World dan World Peace. Selain itu mereka termasuk tipe yang memperhatikan kesehatan diri. – Duh ini bener banget! Tapi kalo saya pribadi syh lebih memperhatikan untuk masalah kesehatan kali ya. Untuk mempraktekan gaya hidup sehat mungkin belum 100% benar, tapi saya berusaha berpikiran terbuka dan aktif mencari informasi yang bermanfaat untuk kesehatan saya dan orang-orang yang saya sayangi.
Apakah kamu termasuk salah satunya?
Saya pikir dengan berbagai karakter yang dimiliki Generasi Y sebenarnya bisa dimanfaatkan juga sisi positfnya. Lihat saja Agnes Monica, salah satu dari generasi Y yang menonjol dengan segudang prestasi dan ambisinya yang besar. Atau ada pula pendiri Facebook si Mark Zuckerberg (eh bener gag ya tulisannya kayak gene?).
Source: Pinterest

Source: Pinterest

Ada pula yang mengatakan bahwa Generasi Y ini adalah generasi yang paling tidak bahagia di antara yang lain? benarkah seperti itu?
Bahkan Majalah Time pernah membuat headline dengan judul “The Me Me Me Generation: Millennials are lazy, entitled narcissists who still live with their parents” lengkap dengan model seorang perempuan remaja berbaring sambil berpose narsis menggunakan ponsel. Bayangkan majalah sekaliber Time sampai mangangkat isu itu berarti begitu krusialkah fenomena itu? Sepertinya iya.
Dan saya pun akhirnya menemukan  artikel di Huffingtonpost, yang berjudul: Why Generation Y Yuppies Are Unhappy. Hmm … cukup menjawab rasa penasaran saya juga.
Berasa lucu aja ya abis baca, mungkin karena saya termasuk generasi Y. hehehe
Memang syh Generasi Y itu cenderung memiliki ekspektasi yang besar, dan ketika harapan tidak sesuai kenyataan ….. JEDEEEER! kecewa deh sejadi-jadinya.
Saya misalnya, jika membaca blog orang-orang yang bisa travelling keliling nusantara dan keliling dunia itu rasanya ‘iri’ kenapa saya gag bisa seperti mereka?. Begitu juga bila saya tahu seseorang yang berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri, duuuuh kok saya gag bisa kayak gitu?
Padahal kalo nyh ati dan otak lagi bener, ya bisa tuh mikir “Okai setiap orang punya peran masing-masing di dunia, bukan kapasitas saya di situ, jadi pasti ada tempat yang lebih baik untuk saya”, “Tenang, suatu saat kamu juga pasti bisa seperti mereka”, “Ibarat bagian tubuh, ada orang yang berperan sebagai kepala ada juga yang berperan sebagai badan atau kaki.”
Lalu apakah saya bahagia?
Pepatah bilang kebahagiaan itu bukan kita cari, tapi kita ciptakan. Jadi sekarang saya sedang menciptakan kebahagiaan saya sendiri. Cheeeeers!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s