Hati-Hati Menggunakan Social Media di Era Digital

Picture from here

Picture from here

Siapa di sini yang tak punya akun Facebook atau Twitter?

Saya yakin sekarang ini pasti rata-rata orang punya akun media social seperti Facebook atau Twitter. Bahkan masih ditambah lagi dengan akun-akun lain seperti Pinterest, Tumblr, +Google, Instagram, Path, dsb. Oleh karena itu saya jadi agak tergelitik untuk menulis tentang habits orang-orang di dunia persocmedan ini. At least, inilah yang baru saya alami, kejadian sedikit konyol namun ada pelajaran berharga bagi yang mau berpikir.

Sedikit flashback ke belakang, saya pertama kali mempunya akun Facebook pada tahun 2009. Mulai dari tahun 2009-2014 saya memakai nama yang bukan nama asli saya berhubung teman-teman dan relasi lebih mengenal saya dengan nama panggilan yang sudah saya sandang dari jaman SMA.

Niat untuk menggunakan nama asli saya dengan alasan agar terlihat lebih profesional mulai saya terapkan di tahun 20014 ini. Kalo tidak salah sekitar bulan Februari/Maret (saya agak lupa tepatnya). Saya sadar dan sudah bisa menebak bahwa pasti teman-teman saya akan kebingungan mencari akun Facebook saya dengan nama lama saya. Dan pasti banyak juga yang gag nyadar kalo saya pas update sesuatu berhubung nama saya mungkin sedikit asing. Namun begitu, saya tidak juga dengan sengaja woro-woro ngasih pengumuman kalo saya ganti nama Facebook. Biarkan mengalir seperti air, tar lama-lama juga pada tahu. Begitulah pemikiran saya.

Sampai kekonyolan yang pertama saya alami tepat hari ini.

Seorang teman lama memposting sebuah artikel tentang capres yang isinya memang sedikit sensitif dari sumber X. Saya pun tertarik untuk berkomentar dengan memberi link ke sebuah artikel dari sumber Y yang isinya berseberangan dengan artikel yang teman saya posting tersebut. Yang perlu digaris bawahi di sini adalah, saya tidak memaksakan bahwa artikel yang saya cantumkan itu adalah yang paling benar juga lho. Saya cuma ingin berbagi dari sudut pandang lain.

Alangkah terkejutnya saya ketika melihat responnya beberapa menit kemudian. Komentar saya dihapus dan teman saya tersebut langsung berkomentar pedas.

*gleek

Langsung tiba-tiba jadi panas deh hati ini. Namun begitu saya tak mau terpancing emosi. Tarik nafas sejenak dan kemudian saya mencoba membalas dengan jawaban sebijak mungkin. *ciyeeeee

‘Read as much as you can, but remember, you don’t have to believe them all’. Begitu balasan saya.

Beberapa menit kemudian teman saya ini membalas dengan jawaban yang lebih pedas disertai umpatan kata-kata kotor di akhir kalimat. Syok!

Wah lha ini nyh yang gag saya demen, apa-apa langsung emosi. Saya syh berusaha meredam hati yang mulai panas lagi dan berusaha membalas dengan komentar yang netral. Setelah saya membalas sambil memanggil nama panggilannya (teman saya ini nama Facebooknya juga gag asli), eh teman saya ini baru nyadar siapa saya dan buru-buru minta maaf ke saya.

Gubrak! – ____-

Sudah saya duga endingnya bakal kayak gini.  Ujung-ujungnya dia juga yang minta maaf. Cuma bisa senyum aja deh. 🙂

Sayang banget giliran saya mau capture percakapan kami eh malah udah dihapus duluan sama temen saya itu. Semoga walaupun tanpa foto, apa yang saya tulis ini cukup jelas gambarannya ya.

Oke … kejadian gag enak pertama semenjak ganti nama Facebook semoga cukup sampai di sini aja. Jangan sampai ada kejadian-kejadian lain yang gag enak lagi. Nah dari kejadian saya barusan aja bisa banyak banget pelajaran yang bisa diambil. Saya jadi ingat beberapa hal yang saya pertimbangkan sebelum memposting sesuatu di socmed yang saya punya.

1. Entah ada komen dari orang yang kita kenal atau tidak kita kenal sekalipun sebaiknya selalu dibalas dengan komentar yang sopan dan tidak menyinggung orang lain. Bahkan sekalipun hal yang dibahas itu berbeda pendapat. Dan yang penting jangan pake emosi dan kata-kata kotor!

Ini dunia digital men, apa yang kau tulis, apa yang kamu ucap, akan dibaca orang lain juga. Ini bukan lagi pembicaraan 2 arah, namun di luar sudah ada orang lain yang memperhatikan tiap postingan yang kita update. Apalagi Facebook di mana semua-semuanya bisa kelihatan di timeline.

2. Sadarilah ketika kita memposting sesuatu itu akan memancing komentar/diskusi dari orang lain. Apalagi memposting artikel/pendapat yang jelas-jelas akan memancing kontroversi. Ya harus siap kalo ada banyak komentar baik yang sependapat atau tidak. Jadi kalo gag mau jawab komentar ya JANGAN DIPOSTING. Simpel kan?

Ada juga hal yang lucu menurut saya, contoh nyh ya ada yang update begini :
“Aku sedih T_T”
Trus ada yang nanya “Kenapa?”
“Gpp”

Hayo siapa yang sering nemuin postingan setipe kayak di atas? Sadar atau enggak banyak banget orang-orang yang updatenya caper alias cari perhatian eh tapi giliran diperhatiin malah gag mau berbagi. Oke-oke aja syh mungkin cuma sebatas ingin meluapkan isi hati atau apalah. Tapi buat saya pribadi, mending saya gag posting kalo emang postingan yang saya tulis nanti gag pengen saya komentarin.

3. Jangan update yang gloomy terus deh. Tak bisa kita pungkiri kalo virus galau emang lagi happening banget. Tapi bukan berarti harus posting yang galau, sedih, suram terus-terusan kan. Asli deh yang baca bukannya iba malah-malah jadi eneg sendiri lama-lama. Mendingan posting yang positif-pisitif aja karena sebenarnya orang-orang juga gag peduli amat kok sama masalahmu. Posting sesuatu yang positif, semangat, lucu atau inspiratif kan malah lebih bermanfaat. Bukannya pencitraan, tapi socmed kita itu kan secara tidak langsung jadi branding diri kita. Jadi ya harus hati-hati. 😀

Sepertinya itu dulu aja deh macam-macam kebiasaan orang di socmed. Ada yang mau menambahkan poin lain? Atau ada yang punya pengalaman gag enak seputar socmed juga?

Advertisements

14 thoughts on “Hati-Hati Menggunakan Social Media di Era Digital

    • Waduh jadi malu dikomen sama Sinyo. hehe … temen KKN dulu owk beph. Komen2nya udah dihapus duluan sama dia, padahal niatnya mau aq capture. hee

    • Saya justru kebalikannya, kalo di FB banyak yang gag kenal, kalo di Twitter biasanya yang bener2 saya kenal baru saya follow soalnya. Tapi gag pernah update aneh2 juga syh kalo di FB, semakin hati-hati makin ke sini. 🙂

  1. seriing banget nemu status “sedih banget” – “kenapa” – “Gpp” ini di statusnya adek2 sepupu sih terutama.. 😀
    Dan emang sih ya, kalau misalkan di socmed sebaiknya jangan terlalu dimasukin ke dalam hati. Kalaupun ada komen yang bikin bete, mending ga usah dijawab daripada dijawab pake kata-kata kasar, daripada jadi tontonan dan dicapture, terus disebar-sebar, jadi ngetop deh… 😀 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s