The Art of Being Alone

“Tiga kebutuhan dasar kita adalah makanan, air, dan tempat berteduh. Namun kita mengabaikan tempat berteduh kita yang paling berharga, yaitu pikiran dan tubuh kita.”

Ah … akhirnya bisa juga kembali menulis dengan damai. Life has been hectic the past few weeks. 2 bulan ini rasanya hidup saya dipenuhi dengan berbagai agenda bersama teman dan job freelance. Tak bisa dipungkiri, 2 bulan ini adalah masa-masa yang sedikit hedonis.

Hampir setiap minggu selalu ada agenda hangout, banyak kegiatan nongkrong, jalan ke sana jalan ke sini, dan bla bla bla. Mungkin kegiatan hedonis yang saya lakukan masih terhitung wajar bagi sebagian orang, tapi tidak bagi saya. Sebenarnya saya bukanlah orang yang selalu mengagendakan hal khusus tiap weekend, namun berhubung 2 bulan belakangan ini sedang banyak momen jadi terasa jor-joran aja syh.

Jujur, walaupun saya menikmati setiap momen yang saya habiskan bersama teman-teman saya, tak bisa dipungkiri kadang ada sedikit rasa bersalah. Yah .. mungkin ini yang namanya guilty pleasure. Terkadang perasaan saya kalau sudah begini terasa mengambang. Sedih tidak, senang juga tidak. Lempeng aja gitu rasanya, gag tahu juga kenapa bisa begini.

Sampai akhirnya saya menyadari, mungkin saya butuh waktu untuk sendiri. Menyepi dari segala rutinitas yang saya lakukan, menyepi dari hingar bingar keramaian, mengobrol dengan diri sendiri untuk sekedar menata kompas jiwa saya agar kembali menuju arah yang benar.

Bukankah ini adalah hal yang suka saya lakukan?

Yes, I’m a loner but not a lonely person.

537189_4227008879573_667627165_n

Now, I need time to myself. I have really learned to enjoy my own company. Mungkin aneh, tapi terkadang memang saya suka menyempatkan waktu untuk benar-benar sendiri. Entah mengapa saya selalu merasa damai tatkala sudah melakukan ritual ini. Saya jadi banyak merenung, melakukan refleksi dan instropeksi diri. Saya mencoba menikmati setiap momen yang saya lalui ketika sendiri entah apapun yang saya lakukan.

Seperti sekarang ini, saya sedang sendiri hanya dengan laptop untuk menulis tulisan ini dan segelas milo keju di sebuah kedai kopi. Tak ada teman mengobrol selain pikiran saya yang serasa tak bisa berhenti berceloteh. Namun saya toh enjoy-enjoy saya, sungguh.

Tak ada satu pun di luar sana yang akan dapat membuat kita bahagia, kecuali bila kita sudah merasa damai dan bahagia di dalam. Saya selalu percaya bahwa jika dari dalam diri kita sudah bahagia, maka kebahagiaan itu akan terpancar keluar dan akan menyebar bak virus ke sekeliling kita. Begitu pun sebaliknya.

Maka dari itu sebelum kita mencari kebahagiaan di luar sana, ada baiknya kita cari kebahagiaan dari dalam diri kita. Bukankan orang-orang sering berkata bahwa kebahagiaan itu kita yang ciptakan?

I am pleased to say that I have come out on the other side and I have found happiness within myself. Personally, I believe loneliness is an art. It helped me to become a better person. It took me out of my comfort zone and helped me become an independent person.

So if you find yourself alone and sad about it, it’s ok. Don’t be afraid of being alone; instead embrace it and you will eventually conquer it and start to see that you can fill your own heart with light.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s