[REVIEW] Ayam Goreng Srondeng dan Sop Buntut Pak To

Heihoooo!!

Semarang di musim hujan ini membuat saya ingin mencari makanan yang hangat-hangat. Dan… pilihan saya jatuh ke sop buntut. Di Semarang sendiri sebenarnya banyak sekali tempat yang menjajakan sop buntut. Namun kali ini saya menuju ke sop buntut Pak To, salah satu yang terkenal di Semarang nyh.

Sop buntut Pak To sendiri ada beberapa cabang, namun saya memilih yang berlokasi di Jalan Kusumawardani atau lebih gampangnya di belakang Bank Indonesia. Tak perlu berlama-lama untuk memilih menu apa ketika sampai di sana, tentu saja saya memilih sop buntut. Menu yang ditawarkan ada banyak. Ada sop buntut, sop iga dengan pilihan dibakar atau tidak, dan ada juga beberapa menu ayam goreng. Continue reading

[REVIEW] Kedai Gula Jawa

Hallooo!

Lagi-lagi tulisan kali ini tentang review kafe. Semoga pembaca tidak bosan ya. Entah kenapa akhir-akhir ini saya agak malas untuk membahas yang berat-berat. Mungkin karena beban hidup semakin berat. Eeeaaaakk ….

Kafe yang kali ini akan saya review sudah terkenal sekali di Semarang. Saya pikir hampir semua orang Semarang tahu tempat ini. Apalagi lokasinya relatif dekat dengan pusat kota Semarang. Voilà ….Kedai Gula Jawa! Kafe yang terletak di Jalan Singosari ini tak pernah sepi pengunjung. Tak heran, suasana dan makanan yang ditawarkan cukup memikat di hati.

Beruntung pada kesempatan kali ini saya ditemani sahabat saya, Galuh. Begitu sampai di kafe, kami memilih tempat duduk di lantai dua. Menurut saya suasananya lebih asik yang di lantai dua syh. Nah di lantai dua sendiri terdiri dari dua ruang yaitu outdoor dan indoor. Berhubung malam itu udara semarang agak dingin, maka kami pun memilih ruangan indoor. Pas banget ada sofa panjang yang masih kosong.

Suasana homey dan cozy begitu terasa dengan banyaknya ornamen kayu dan temaram lampu yang hangat. Di tengah-tengah ruangan ada pohon besar artifisial yang sudah mulai dihias dengan ornamen Natal. Dari depan tempat duduk kami, tepatnya di bagian bar lebih didominasi kayu. Begitupun dengan dinding di sampingnya ada sentuhan kayu pula dengan ditambahi oleh toples-toples kaca besar sebagai hiasan. Continue reading