Stasiun Kopi, One of The Coffee Shops I Fell In Love

IMG_20160207_220240

Hello coffee lovers!

Sudah ngopi belum hari ini? Kalau belum pas banget saya mau berbagi sedikit pengalaman mencoba tempat ngopi yang seru. Kedai kopi di Semarang memang banyak, banyak banget malah. Apalagi dengan perkembangan teknologi jaman sekarang dan gencarnya media sosial membuat banyak tempat ngopi baru bermunculan. Tentunya dengan konsep ala kekinian yang mengedepankan desain kafe yang asik dan menu yang fotogenic banget.

Tapi kedai kopi pilihan saya kali ini bukan yang seperti itu. kedai kopi pilihan saya ini terbilang sederhana. Stasiun Kopi namanya. Alamat tepatnya saya kurang paham, yang jelas di daerah Wot gandul yang menuju ke arah Semawis. Perhatikan saja sepanjang kiri jalan nah nanti kelihatan deh. Harus sedikit awas memang, karena kedai kopi ini relatif kecil.

Kesan pertama saat melihat kedai kopi ini adalah bangunannya yang masih orisinil, nuansa klasiknya terasa sekali. Saya langsung jatuh hati!

16-02-07-23-46-46-597_deco

Begitu masuk, memang benar kalau kedai kopi ini tak terlalu luas, mungkin sekitar 5×4 meter saja. Ada meja untuk barista meracik kopi dekat pintu utama, lemari besar di sisi sebelahnya untuk display pernak-pernik kopi dan hiasan gambar bertema kopi. Hanya ada 4 meja untuk pelanggan. Masing-masing mejanya diisi kursi dengan jumlah yang bervariasi, ada yang dua dan ada yang 4 kursi.

16-02-07-23-22-55-126_deco

Ada satu hal yang membuat saya sedikit terkejut. Rupanya barista di sini adalah satu-satunya barista yang merangkap sebagai owner dan melayani semua pelanggan di sini. Mas Heri namanya. Sungguh dedikasi yang tidak bisa diremehkan. Hmm….tampaknya harus sedikit bersabar untuk menunggu pesanan datang.

IMG_20160207_221612

Kebetulan waktu itu saya datang bersama dua orang kawan saya, sehingga waktu menunggu kami gunakan untuk ngobrol dan foto-foto. Tapi jangan berharap ada wifi gratis ya di sini, karena di sini tidak menyediakan layanan wifi gratis. Tentunya tujuannya baik, agar tidak terlalu larut dalam dunia maya sehingga melupakan dunia nyata yang ada di depan mata.

Oiya menu yang ditawarkan di sini antara lain kopi tubruk, kopi susu, kopi vietnam, kopi french press, kopi pourover, kopi mocapot, kopi turkish, coklat dan teh. Jangan mencari kopi sejenis cappucino dan teman-temannya karena di sini tidak ada.

DSC_4026-01

Waktu itu kamu memesan hot chocolate, pourover coffee, dan kopi susu. Untuk hot chocolatenya relatif biasa saja, sementara pourover coffeenya kebetulan boleh memilih biji kopi sendiri jadi kami memilih biji kopi redelong (Redelong adalah salah satu nama wilayah di Aceh, mohon koreksinya kalau ada penamaan yang salah), untuk kopi susunya ya lumayan. Ini adalah pertama kalinya saya ke sini, jadi saya belum sempat mencoba semua kopi yang ditawarkan.

16-02-07-23-35-53-617_deco

Terlepas dari menu kopinya, saya rasa ada satu kelebihan dari tempat ini yang belum tentu ditemukan di tempat lain. Entah karena kebetulan tempatnya yang relatif kecil atau keramahan sang baristanya, ngopi di sini terasa homey sekali. Terasa tidak berjarak. Kami bisa melihat secara langsung proses peracikan kopinya mulai dari memilih biji kopi sampai diseduh sambil ngobrol ini itu. Bahkan saya dibolehin belajar bikin kopi sendiri! Ahh…senangnya. πŸ˜€

16-02-07-23-27-11-502_deco

Kalau ditawari ngopi ke sini lagi tentu saya tak menolak. Tentunya dengan partner ngobrol yang asik akan membuat suasana lebih asik juga.

Yuk ngopi bareng!

Advertisements

2 thoughts on “Stasiun Kopi, One of The Coffee Shops I Fell In Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s