#BunTingStory: Hidup Minimalis, Bikin Hidup Terasa Lebih Manis

Pic from here

Photo from here

It’s Wifey Wednesday! Today’s Wifey Wednesday post is going to share some things I’ve learned about marriage so far. Girrrrrrrl let me tell you. After Iting and I celebrated our 1 monthversary last Tuesday, I couldn’t help but think back on the journey – the good times and the bad.  They say the first 6 months of marriage is the roughest. Whoever “they” is, I can see that as being true.

For me, it was getting through the transitioning period, living with someone other than myself (we didn’t live together until marriage) and learning how to be a good wife. I realized I’m traditional in the sense that I like to clean my own house and cook for my husband. I can’t imagine myself ever wanting to hire a cleaning crew or a chef. I’m also learning so many new things about myself, my husband and our relationship everyday. I’m inspired to share so keep reading!

Jadi, apa itu hidup minimalis ala kami?

Tentu bukan bikin rumah bergaya minimalis walaupun saya memang suka gaya ini. Tapi lebih ke cara kita bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Tak mudah memang, tapi saya yakin pelan-pelan bisa dilatih demi cita-cita #FinancialFreedomByTheAgeOf40. Kalo merunut info seputar hidup minimalis, saya jadi teringat dengan metode Konmari ala Jepang yang sempat booming. Dalam Al-Quran pun kita dianjurkan untuk bersikap sederhana. Untuk itulah setelah menikah ini rasanya jadi momentum yang pas untuk memulai gaya hidup minimalis.

There’s probably a list of 100 things I could type right now about what I’ve learned over the past 1 month but these are my top.

1.Belajar lebih Bijak Dalam Mengambil Keputusan

Sampai detik ini tantangan yang berat itu dalam pengambilan keputusan saat membeli barang. Penting gagnya kadang kalah sama rasa pengennya yang gag bisa ditahan. Selalu deh adaaaaa aja alasan biar bisa beli barang yang dipengenin. Pelan-pelan mulai dilatih untuk menahan diri kalo mau beli-beli sesuatu. Kalo sekarang syh udah gag gampang tergoda kalo ada sale untuk item fashion, tapi sekarang lebih tergoda buat beli sayur dan buah yang seger-seger dan perabot rumah. Haha…

 

2.I like a clean house at all times

I want to keep our room as cozy and clean as possible. Nah makanya dengan hidup minimalis ini tentunya akan memudahkan saya dalam menjaga kebersihan dan kerapihan rumah. Perabot yang dipertahankan harus ada fungsinya, at least bikin kita happy kalo ngeliatnya. Kalo justru ada barang yang malah bikin kita eneg liatnya syh mending disumbangkan atau dibuang aja.

Before I got married to Iting, his parents warned me that he had a tendency of losing things. At first I thought it was cute, but now I know why! He can’t remember where he puts his things sometimes because he throws it in bins and in piles on the floor. It’s my natural instinct to just pick up after him because I love him, but at the same time I’ve learned about being more patient. To keep calm and encourage him to improve in that area. He’s done the exact same for me. I get moody on my period, and angry when I’m overwhelmed – but he’s never quick to yell or get angry with me. He’s amazing in that way. LOL

 

3.Mengurangi Makan Di Luar

Abis gajian? Males masak? Ada kafe baru yang belum dicoba? Ahh…godaan banget ini buat makan di luar. Itu dulu. Kalo sekarang semenjak menikah, malah jadi lebih suka masak sendiri walaupun sederhana. Sumpah deh bisa jauh lebih ngirit juga. Pas banget kan sama cita-cita kami untuk lebih bisa nabung buat masa depan. Makan di luar syh bukan berarti trus gag boleh sama sekali. Sesekali tetep kok kami makan di luar.

Khususnya kalo lagi weekend (itupun gag tiap minggu yaaa), ada perayaan khusus, ataupun cuma sekedar pengen aja.  Selain alasan penghematan juga karena sekarang udah gag terlalu betah kalo begadang terlalu larut. Bawaan umur dan efek pengantin baru kali ya. Hahaha

Semoga bisa berhasil dan terus konsisten deh. Investasi jangka panjang juga kami pikirkan. Cuma saya masih agak malas untuk nulis panjang lebar instrumen investasi favorit saya saat ini. Mungkin kapan-kapan kali ya kalo udah mood. Hehe..Pelan-pelan juga ditambah lagi dengan ‘goals’ kecil lainnya yang masih bisa diaplikasikan.

Rata-rata kegagalan itu karena kita terlalu fokus pada tujuan yang muluk-muluk namun akhirnya hanya berakhir sebagai wacana aja. Untuk itu menetapkan tujuan-tujuan kecil dalam jangka waktu tertentu rasanya jauh lebih efektif.

Voilà !

Itu tadi beberapa prinsip hidup minimalis yang sedang kami coba dalam keluarga kecil kami. Hope you enjoyed this post! If you’re in a relationship what are some things you’ve learned? Comment and share!

Advertisements

2 thoughts on “#BunTingStory: Hidup Minimalis, Bikin Hidup Terasa Lebih Manis

  1. 6 bulan pertama itu nurut aku terberat karena saat itu harus belajar berkompromi dengan segala kebiasaan pasangan yang beda sama kita dan ya..budaya keluarga yang berbeda membuat kadang dikit ngambek2an 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s