Don’t Play God. Don’t Judge Too Much.

Belum lama ini, saya curi-curi dengar obrolan beberapa orang di meja makan sebelah di salah satu tempat makan di Semarang. Salah satu cewek di kelompok itu bilang begini, “Rumah dia kemalingan pasti karena kurang banyak sedekahnya!”

Saya cukup kaget mendengarnya. Orang kena musibah kok, bukannya bersimpati malah dituduh yang bukan-bukan? Lagipula, dia itu kan bukan Tuhan, maka dari mana dia bisa tahu segala-galanya tentang amal-ibadah temannya itu?

Percakapan mereka mengingatkan saya dengan salah satu teman lama. Saat orang lain tertimpa musibah, dia akan langsung bilang, “Itu karmanya dia karena bla bla bla.” Tapi saat gantian dia sendiri yang sedang punya masalah, dengan entengnya dia cuma bilang, “Kesabaran saya sedang diuji sama Tuhan.”

Itu baru beberapa contoh, masih banyak contoh-contoh lain yang sering saya dengar di luar sana, di sekitar saya, bahkan mungkin tanpa sadar saya sendiri pun juga melakukan hal-hal tidak terpuji tersebut. Ini jadi pengingat bagi diri saya sendiri juga.

Memang benar ujian itu ada banyak ‘penyebabnya’. Bisa jadi teguran dari Tuhan, ujian atas kesabaran, dan lain sebagainya. Tapi sekali lagi, bagaimanapun, hanya Tuhan yang Maha Mengetahui, bukan manusia!

Saat kita terkena musibah, entah itu hilangnya harta benda, kehilangan pekerjaan, penyakit, kecelakaan, dan lain sebagainya, tidak ada salahnya kita instropeksi diri. Teguran atas kelalaian kita kah? Balasan karena pernah menyakiti perasaan orang lain kah? Atau memang bisa jadi hanya sekedar ujian kehidupan saja. Toh pada akhirnya, enggak pernah ada manusia yang hidupnya selalu lancar-lancar saja.

Akan tetapi, jika musibah tersebut jatuh menimpa orang yang kita kenal, lebih baik kita bersimpati dan berempati daripada berkomentar yang hanya akan memperkeruh suasana. Tidak perlu menyebarkan opini yang belum tentu kebenerannya (ini jatuhnya bisa jadi fitnah lho). Tidak usah sibuk menduga-duga karena kita tidak tahu segala-galanya.

Jika kita tidak bisa menghibur atau membantu mengurangi beban mereka, maka, sekedar diam saja sudah lebih dari cukup.

 

Advertisements

2 thoughts on “Don’t Play God. Don’t Judge Too Much.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s